200 Ton Mercury Pertahun

Tahun 2014 Pemerintah Sumbawa Barat merencanakan daerah ini bebas zat kimia berbahaya Mercury, dari aktivitas tambang rakyat yang menggunakan gelondong.

Namun hingga menutup akhir tahun belum kelihatan langkah progresif, terukur dan terarah dalam mengantisipasi beredarnya penggunaan mercury dikalangan penambang tadi..

Menurut data LSM Barma (Barisan Membangun KSB) tak kurang dari 6.196 jumlah gelondong tersebar diberbagai wilayah KSB saat ini dan hampir 100 persen menggunakan bahan Mercury.

Barma memperkirakan 18 ton mercury perbulan digunakan dalam aktivitas pengolahan material batu digelondong ini, atau sekurangnya 200 ton mercury setiap tahun mengendap di daerah ini.

Dampak mercury sejauh ini memang belum jelas kelihatan, namun berdasarkan laporan dan hasil penelitian tim Independent Center For Biodiversity Environment Study (CBES) pada tahun 2012 lalu menyebutkan, dampak penggunaan mercuri dinilai sudah berada diatas ambang batas, terutama bagi yang bersentuhan langsung dengan aktivitas pengolahan emas tersebut, masyarakat yang berada di wilayah dekat aktivitas pengolahan emas sebagian juga disebutkan sudah terkontaminasi.

Sedangkan yang berada jauh dari aktivitas pengolahan emas belum ditemukan dampak terpapar atau terkontaminasi.Penelitian CBES dilakukan dengan mengambil sampel Kuku dan Rambut dari mereka yang bersentuhan langsung dengan pengolahan emas diberbagai tempat, sampel juga diambil dari masyarakat dekat dengan aktivitas gelondong atau pengolahan emas ini.Selain itu pengambilan sampel juga melibatkan wanita dan anak-anak, serta masyarakat yang berada jauh dari aktivitas gelondong .

Dua tahun sejak penelitian, CBES menurut sumber media ini menyebutkan danpak mercury sudah semakin parah di Sumbawa Barat.Karena itu Pemerintah setempat sudah semestinya mengambil langkah tepat dan memikirkan solusi dari para aktivitas tambang rakyat ini.

Sebagian kalangan menilai Peraturan Daerah tentang Mercury sudah patutnya segera diterbitkan untuk memastikan ketegasan dan kepastian hukum dari peredaran Mercury ini. Selain itu secara ekonomi Pemerintah juga segera memikirkan bagaimana solusi, agar masyarakat yang mencari penghidupan dari aktivitas ini juga tidak merasa dirugikan.

Pemerintah memang dihadapkan pada pilihan kerusakan lingkungan yang kian hari mengancam dan peningkatan ekonomi masyarakat. Dari sisi ekonomi dalam catatan Barma sedikitnya ada 11 Milyar perbulan dihasilkan dari material yang ada di Sumbawa Barat, yang sudah tentu menciptakan Multiplayer Effect.

 

 

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.