Sistem Kekebalan Tubuh Menurun, Mungkinkah HIV?

KabarNTBHuman Immunodeficiency Virus atau HIV adalah virus peyebab penyakit AIDS. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Penularan HIV biasanya melalui hubungan seksual dengan penderita tanpa menggunakan kondom atau berbagi jarum suntik. Namun, Anda tidak akan tertular hanya dengan berpelukan, berciuman, berdansa, atau bersentuhan tangan dengan penderita HIV positif atau AIDS, karena HIV tidak akan menular melalui udara, air, dan gigitan serangga sekalipun.

Beberapa gejala HIV memang terlihat cukup ringan. Biasanya tidak diketahui secara pasti apakah gejala tersebut benar-benar karena virus atau penyakit biasa. Berikut beberapa gejala jika seseorang terinfeksi virus HIV:

  • Demam
  • Batuk
  • Sesak nafas
  • Ruam
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Mulut atau alat kelamin bernanah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama pada leher
  • Nyeri pada sendi
  • Berkeringat di malam hari
  • Diare

Virus HIV menyerang sistem imun tubuh dan juga menghancurkan sel Cluster of Differentiation 4 (CD4), dimana semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan maka semakin lemah tubuh seseorang dalam melawan virus HIV.  Virus HIV berkembang selama beberapa tahun di dalam tubuh penderita dan akhirnya menjadi Acquired Immuno Deficiency Syndrom (AIDS).

Seseorang yang telah terinfeksi HIV menjadi AIDS, biasanya mereka akan mengalami komplikasi, sebagai berikut:

  • Pneumonia adalah infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah yang mengenai paru-paru (peradangan pada paru-paru).
  • Sitomegalovirus adalah virus penyebab herpes yang ditransmisikan ke dalam cairan tubuh, seperti saliva, darah, urin, semen (tempat untuk sperma), dan ASI.
  • Tuberkolosis atau TB merupakan suatu penyakit yang paling meningkatkan risiko kematian bagi pasien penderita AIDS.
  • Toksoplasma adalah infeksi yang mematikan dan umumnya ditulari dari hewan (kucing) dan dapat menyebar ke hewan lainnya.
  • Kriptosporidiosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit di dalam usus hewan dan dapat hidup di dalam tubuh manusia.
  • Kaposis Sarkoma adalah tumor pada dinding pembuluh darah.
  • Limfoma adalah kanker pada limfosit (sel darah putih), umumnya dimulai pada kelenjar getah bening.

Untuk memastikan apakah Anda positif mengidap HIV atau tidak, Anda harus melakukan tes darah. Biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan tes CD4 untu k mengukur jumlah sel CD4, tes viral load yaitu mengukur virus dalam darah di tubuh penderita, dan drug resistance (tes darah untuk menentukan apakah jenis HIV yang ada di dalam tubuh Anda tahan terhadap obat HIV tertentu). Untuk penderita HIV positif, sebaiknya terus berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber:

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.