Menilik Warna Politik Desa Seloto

Sumbawa Barat, KabarNTB – Pada masa orde baru Desa Seloto Kecamatan Taliwang merupakan salah satu lumbung suara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), masyarakat yang dikenal religius ini pada masa itu dikenal sangat fanatic dengan Partai yang kini berlambang Ka’bah tersebut.

Seiring pergesaran zaman dan era reformasi PPP tidak lagi mendominasi, pada pemilu 2014 ini misalnya, berdasarkan hasil penghitungan akhir di Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa setempat,  suara Partai PPP di DPR RI  hanya berjumlah 84 dan berada diurutan kelima dibawah Golkar yang meraup 88 suara diurutan keempat.Di tempat teratas  PKS unggul dengan perolehan 360 suara, PBB 133 suara diurutan kedua dan PAN 106 suara ditempat ketiga.

Fahri Hamzah, SE Caleg PKS nomor urut 1 menjadi factor utama suara PKS untuk DPR RI unggul di Desa Seloto, Fahri mengantongi 280 suara ditempat teratas, kemudian M. Syafruddin, ST dari PAN diurutan kedua dengan memperoleh 59 suara, ditempat ketiga hingga kelima masing-masing diraih Ir. Edy Wahyuddin (PBB) 52 suara, Dra.Hj. Ermalena HMZ (PPP) 40 suara dan Dr.Lukman Malanuang (Partai Demokrat) 23 suara.

Menariknya, jika melihat urutan  Partai dan Caleg terjadi hal yang berbeda dari PPP, jika suara Partai PPP berada diurutan kelima namun tidak dengan Calegnya, Dra Hj, Ermalena HMZ (40 suara) yang merupakan Caleg nomor urut 1 mampu berada diposisi keempat dan menyalip suara Dr. Lukman Malanuang (23 suara) Partai Demokrat, Drs. Manimbang Kahariady (12) Partai Gerindra yang nota bene lebih dikenal di Sumbawa Barat.

“ Saya juga heran kenapa suara Dra. Hj. Ermalena lebih unggul ketimbang Dr.Lukman dan Pak Manimbang.Padahal setahu saya tidak ada tim sukses yang bersangkutan di Seloto” ujar Khaerul Anshory, S.Pd Ketua PPS Desa Seloto kepada KabarNTB, Minggu (13/4) yang mengaku merasa heran.

Sengaja atau tidak inilah kenyataan pilihan rakyat, namun untuk suara DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, pemilih di Desa Seloto nampaknya lebih cendrung mengedepankan memilih suara Caleg yang dikenal, meski kembali mengabaikan suara Partai.

Faktanya Jika PKS unggul di DPR RI maka Golkar unggul di DPRD provinsi dan PBB unggul di DPRD Kabupaten.

Di DPRD Provinsi Golkar unggul dengan penyumbang suara terbanyak oleh Caleg Hj. Siti Nurhasanah, AS SH.Konon Caleg Golkar nomor urut 8 ini dikenal karena memiliki keluarga besar di Desa Seloto.Disini Golkar mengantongi suara keseluruhan 393 suara.

Ditempat kedua PKS dengan jumlah 131 suara dan M.Jafar Yusuf, S.Pd Caleg nomor urut 6 menjadi penyumbang suara terbanyak dengan jumlah 98 suara, ditempat ketiga PPP (115) suara dan Nurdin Ranggabarani, SH.MH pengumpul suara terbanyak dengan jumlah 85 suara.Posisi keempat diraih PBB (109) suara dan Ifan Supriadi, S.Pdi mengumpulkan suara 52 sebagai penyumbang suara terbanyak.Sedangkan ditempat kelima PAN memperoleh 85 suara dan Umar Mansyur,SH memperoleh 36 suara.

Sementara Caleg provinsi asal Sumbawa Barat lainnya seperti, M. Nur H. Yusuf, S.Ip Caleg Hanura nomor urut 2 mengantongi 15 suara, Jamaluddin Revi Partai Nasdem 10 suara, Mashud Yusuf,S.Si dari PKB, H. Ismail, S.Ap dan H. Keba Soesy dari Partai Demokrat masing-masing 3 suara, mantan Wakil Ketua DPRD KSB Drs. M.Arsyad dari PBB 2 suara, sementara Imam Taufik, S.Pd caleg PKPI tidak memperoleh suara.

Untuk DPRD Kabupaten PBB memperoleh 511 suara berada ditempat teratas, suara M.Nur Latief yang merupakan putra seloto tak pelak mengantongi 468 suara dan berada diurutan teratas, PAN 269 suara dan Sendawan Caleg nomor urut 2 yang juga asal seloto mengantongi 197, PPP ditempat ketiga mengantongi 164 suara dan Amiruddin Embeng, SE Caleg PPP nomor urut1 mengantongi 148 suara, ditempat keempat Golkar mengantongi 131 suara dan Drs.M Thamzil Caleg nomor urut 10 pengumpul suara terbanyak dengan meraih 86 suara.Ditempat kelima Hanura sukses mengumpulkan 47 suara dan Caleg nomor urut 2 Syamsuddin mengumpulkan 40 suara.

Sedangkan satu Caleg asal Desa setempat  Mu’min Mulyadi dari PKS nomor urut 5 mengantongi 16 suara, masih diungguli oleh Andi Laweng, SH Caleg PKPI nomor urut 1 yang mampu meraup 34 suara.Suara total PKS dan PKPI ditempat ini hanya selisih 1 suara, dimana PKS meraih total 42 suara, PKPI 41 suara.

Melihat perolehan suara di DPRD Kabupaten ini, berdasarkan data sementara meski Caleg Desa Seloto M.Nur Latif menang telak namun tidak mampu bersaing merebut kursi di DPRD KSB, M.Nur Latief diungguli Fud Syaifuddin, ST Caleg PBB nomor urut 10, Fud sendiri meraih 19 suara di Seloto.

Hal yang sama juga dialami Sendawan, S.Pd,MH dari PAN, dimana suara PAN untuk Dapil Taliwang didominasi M.Hatta (nomor urut 4), M.Saleh (1) dan Merliza Jawaz (5).

Dengan demikian untuk kesekian kalinya Caleg dari Desa Seloto gagal menempatkan wakilnya di Parlemen, padahal jika dihitung dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT)  di Desa Seloto terbilang cukup besar yakni 1.508 pemilih.

Rakyat yang bebas memilih, Parpol dan Caleg lainnya yang cerdik melihat peluang, atau apapun itu inilah realitas politik yang terjadi, tak ada yang perlu disalahkan, namun hendaknya ini menjadi catatan bersama bagaimana mengemas posisi caleg dan parpol pilihan, sehingga kedepan Seloto memiliki harapan punya keterwakilan di Parlemen khususnya DPRD KSB.(Kn-01)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.