Persentase Kemiskinan Lombok Tengah 16,7 Persen

Mataram, KabarNTB – Persentase kemiskinan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, rata-rata mencapai 16,7 persen, jauh dibandingkan dengan tingkat nasional sebesar 12,49 persen.

Menurut  Ahmad Syarifudin, Relationship Manager Millenium Challenge Account Indonesian (MCA-I) di Mataram, Jumat, data Badan  Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Tengah  2011 menyebutkan tingginya persentase kemiskinan di daerah itu dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat yang sebagian besar bergantung pada pemanfaatan hutan.

Menurut data, dari 120.839 hektare luas wilayah Kabupaten Lombok Tengah, NTB, 19,63 persen atau 23.729,39 ha merupakan kawasan hutan, baik hutan lindung, konservasi, maupun produksi.

Hutan produksi hanya mencapai 3.300 ha atau sekitar 19,63 persen dari luas kawasan hutan di Lombok Tengah yang dapat dikelola oleh masyarakat.

Kemudian, program pemberdayaan masyarakat yang hingga kini masih dijalankan Kabupaten Lombok Tengah salah satunya yakni hutan kemasyarakatan (HKM) dengan luas lahan mencapai 1.635,24 ha.

Lahan seluas 1.635,24 ha itu berlokasi di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, ini berdasarkan peraturan daerah (Perda) 4 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan HKM.

HKM di Kecamatan Batukliang mencakup empat desa yang memiliki izin usaha hutan kemasyarakatan (IUPHKM), yakni Desa Lantan, Karang Sidemen, Aik Berik dan Setiling.

Empat desa tersebut memiliki 105 kelompok yang memiliki izin untuk mengelola hasil hutan bukan kayu (HHBK) dengan anggota sebanyak 3.027 orang.

Namun, Ahmad mengatakan, dari data tersebut, dengan luas lahan 1.635,24 ha pendapatan yang diperoleh masyarakat sekitar hutan tidak sesuai dengan harapan pemerintah. “Entah pengaruh meningkatnya jumlah penduduk atau kurang pahamnya masyarakat tentang program HKM itu,” ujarnya.

Hal itu dilihat dari persentase kemiskinan di Kecamatan Batukliang masih mencapai 26,74 persen, jauh dari rata-rata kemiskinan tingkat Kabupaten Lombok Tengah yakni 16,71 persen.

“Jika penerapan program HKM baik, praktik penebangan liar di kawasan hutan dapat berkurang, bahkan persentase kemiskinan akan menurun,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, hutan yang ada di kawasan Lombok Tengah dapat terjaga kelestariannya dengan pola pemanfaatan yang benar, baik produksi debit air maupun hasil hutan meningkat.

Untuk itu, dalam melestarikan maupun mengelola hutan yang baik, butuh peran pemerintah daerah dalam memberikan penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.(Ant)

 

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.