Disnakertrans Sebut Program Magang Jepang Kurang Peminat

Sumbawa Barat, Kabar NTB – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Tenaga Kerja Indonesia membuka lowongan untuk program Magang ke Jepang.

Tanda Tangan MoU antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dengan Kementerian Tenaga Kerja RI sudah dilakukan dengan kuota untuk Sumbawa Barat sebesar 500 orang, tapi ironisnya Masyarakat Sumbawa Barat kurang berminat padahal program tersebut bagian dari pengurangan angka Pengangguran di Kabupaten yang bermotto Pariri Lema Bariri.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbawa Barat, H. Abdul Hamid,S.Pd.M.Pd kepada wartawan media ini mengungkapkan, program magang merupakan salah satu dari program pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di daerah dengan ditanda tangani MoU antara Bupati dan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

Dimana dalam MoU tersebut Sumbawa Barat mendapat jatah 500 orang yang nantinya akan mengikuti proses seleksi di tingkat daerah.

” Memang sejauh ini sudah ada 191 orang yang mendaftar untuk mengikuti program magang tersebut, jadi masih belum mencukupi kuota yang telah disepakati berdasarkan MoU tersebut ” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Abdul Hamid dari 191 peserta yang daftar tersebut datang dari sejumlah Desa / Kelurahan yang ada di KSB karena pengumuman Program tersebut disampaikan melalui desa masing – masing sehingga desa bisa mengumumkan kepada masyarakatnya.

Terkait kekurangan kuota tersebut pihaknya akan melakukan penambahan jadwal pengumuman kembali selama satu minggu ke depan. Dalam menunjang pengetahuan para peserta magang nantinya akan dilaksanakan pelatihan pra seleksi ditingkat daerah dan nanti yang akan mengisi materi langsung dari Kementerian Tenaga Kerja.

” Sebelum diberangkatkan nanti akan diberi pembekalan pra seleksi di tingkat Daerah yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juni mendatng ,. ” timpalnya

Kurangnya peminat magang di negeri sakura tersebut jelasnya, dikarenakan belum pahamnya masyarakat terkait dengan konsep magang padahal magang di Jepang tersebut akan diberi Gaji sampai di angka Rp. 10 sampai Rp. 20 Juta per Bulan dan syaratnya juga tidak mesti yang memiliki keterampilan cukup hanya bermodalkan Ijazah SMA / SMK dengan Usia mulai 19,5 tahun sampai dengan 26 tahun per 1 Juni 2016 dan akan magang selama 3 tahun sesuai dengan kontrak kerjasama yang ada.

” Konsepnya yang mungkin belum di pahami oleh masyarakat sehingga peminatnya kurang tapi itu pun akan kami lakukan tambahan jadwal pendaftaran sampai 1 minggu ke depan ” tandasnya.  (K-AS)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.