Puluhan Hektar Tanaman Padi Terserang Wereng Coklat, Petani Brang Rea Resah

Sumbawa Barat, Kabar NTB – Puluhan hektar tanaman padi di kecamatan Brang Rea, Sumbawa Barat, terserang hama wereng coklat sehingga petani setempat resah dengan kondisi tersebut.

Ketua kelompok tani Dara Inyong Desa Sapugara Bree Kecamatan Brang Rea , Zulkarnaen mengaku resah dengan penyakit Wereng coklat yang mendera tanaman padi milik masyarakat.

Bahkan dirinya meminta Dinas Kehutan , Pertanian dan Perkebunan (Dishutbuntan ) Sumbawa Barat untuk bersikap tegas karena penyakit tersebut akan merugikan petani yang ada di Kecamatan Brang Rea

” Kami Petani tentu merasa khawatir dengan penyaki wereng coklat tersebut, karena tentunya akan berdampak pada produksi padi kami dan itu sangat merugikan kami ” ungkapnya Kepada Wartawan Media ini.

Menurutnya, Pemerintah Daerah Melalui Dinas terkait harus segera menyikapi persoalan tersebut, bahkan dirinya meminta kepada Dinas terkait untuk memikirkan tentang dampak terburuknya nanti yang akan dialamai petani.

” Dinas terkait harus juga memikirkan dampak terburuk dari penyakit wereng tersebut, minimal dengan membuat formulasi terkait dengan kerugian yang nantinya akan di derita oleh Petani.

Dirinyapun, meminta kepada DPRD komisi yang membidangi Pertanian untuk melakukan pengawasan terkait dengan persoalan tersebut, bahkan meminta DPRD untuk segera bersikap dengan memanggil pihak Dinas terkait.

” DPRD juga harus bekerja dengan meminta klarifikasi kepada Dinas terkait dan tentunya juga memikirkan dampak terburuk apabila petani akan gagal panen ” harapnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD KSB Agusfian, SE mengungkapkan, terkait dengan wabah wereng coklat yang di derita oleh tanaman padi milik petani Brang Rea tersebut sudah melakukan komunikasi kepada pihak Dinas terkait, bahkan dirinya bersama dengan Komisi II dalam waktu dekat akan memanggil dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertanian untuk meminta klarifikasi terhadap persoalan tersebut.

” Dalam waktu dekat kami akan memanggil Dinas terkait untuk meminta klarifikasi terkait wabah wereng tersebut, dan tentunya kami akan meminta Dinas terkait untuk bersikap dan mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap dampak buruk yang terjadi ” Ungkap Politisi Muda asal Brang Rea ini.

Lebih Lanjut Agusfian akrab disapa politisi ini, apapun yang dialami oleh Petani tersebut harus segera di tangani , karena itu merupakan hajat hidup masyarakat Brang Rea yang nota bene berpenghasilan sebagai petani.

Sebagai anggota DPRD yang mewakili rakyatnya dirinya akan getol bersuara untuk kepentingan masyarakat Brang Rea. Apalagi menyangkut tentang kebutuhan petani

” Ini segera akan kita sikapi karena ini menyentuh terhadap kebutuhan masyarakat brang Rea yang saya wakili ” timpalnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) Brang Rea, Rahmawaty, kepada Wartawan media ini,  mengatakan total lahan tanaman padi yang terserang mencapai 40 hektar.

“Yang paling parah terserang sekitar 6 hektar di Desa Beru dan Seminar Salit,” ungkapnya.

Hama wereng tersebut, terdeteksi menyerang tanaman padi pada umur 60 hari pasca tanam atau pada fase pembungaan. Varietas yang umumnya diserang hama tersebut antara lain ciliung, ciherang dan cigelis.

“Karena itu kami telah merokemendasikan penggantian varietas untuk musim tanam berikutnya dengan benih impari 13 atau varietas lain yang relatif tahan serangan penyakit,” ujarnya .

Dalam kondisi parah, lanjutnya, serangan wereng coklat bisa membuat tanaman padi mati. Pihak KCD, langsung melakukan langkah penangan awal dengan penyemprotan massal secara swadaya dengan petani.

Penyemprotan awal dilaksanakan dengan interval waktu selang sehari, dilanjutkan dengan interval satu minggu dan terakhir dengan interval dua minggu. Langkah penanganan lanjutan melibatkan TNI dari Kodim 1607 Sumbawa dan Koramil Brang Rea, Bidang Pertanian Dishutbuntan, pendamping Upaya Khusus (Upsus) program swasembada pangan untuk wilayah NTB dari Jakarta serta petani.

“Kami telah mendapat bantuan berupa alat semprot dan pestisida serta insektisida melalui program Upsus tanaman padi,” imbuh Rahma.

Dikatakan, selain serangan hama wereng coklat, tanaman padi di Kecamatam Brang Rea yang merupakan lumbung beras Sumbawa Barat, juga diserang penyakit busuk leher yang disebabkan jamur. Sampai minggu kemarin, KCD setempat mencatat penyakit dimaksud telah menyerang tanaman padi sekitar 1 hektar.

“Kami juga telah melakukan langkah penanganan untuk penyakit tersebut. Setelah 4 kali penyemprotan kondisi tanaman yang diserang sudah menunjukkan perbaikan,” demikian KCD Brang Rea. ( K-AS )

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.