Gubernur NTB Buka Kuldesak Tambora Di Jakarta

Mataram, KabarNTB – Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, membuka secara resmi kegiatan Pameran, Pagelaran dan TalkShow bertajuk “Kuldesak Tambora” yang berlangsung di Bentara Budaya, Jakarta, Kamis (16/4/15) malam.

Kegiatan bertema budaya ini digelar untuk memperingati 200 tahun letusan dasyat Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa, Provinsi NTB.

Kegiatan dimulai dengan pengantar dari ketua penyelenggara Kuldesak Tambora, Hariadi Saptono. Dalam sambutannya, Hariadi menjelaskan bahwa pemilihan kata Kuldesak berasal dari bahasa Spanyol yang artinya jalan buntu atau maju kena mundur kena.

Menurut Hariadi, makna Kuldesak untuk menggambarkan masyarakat Indonesia yang berada pada situasi maju kena mundur kena. Tetapi disisi lain, masyarakat Indonesia juga mempunyai kelenturan yang berbeda dengan masyarakat Jepang dan Eropa yang jera dengan gunung api.

“Hal itu karena masyarakat kita akan kembali lagi kesitu, ini merupakan suatu kelebihan. Tapi yang perlu dijelaskan adalah peranan ilmu pengetahuan di Indonesia itu harus semakin dikuatkan,”kata Hariadi.

Sementara itu, Gubernur M. Zainul Majdi dalam sambutan pembukaan pameran mengatakan, makna Kuldesak adalah ruang untuk berkontemplasi bersama bagi bangsa ini. “Kuldesak, diartikan sebagai jalan buntu. Tidak bisa ke depan, tidak bisa ke belakang, juga tidak bisa ke kiri dan ke kanan. Ini juga bermakna, saatnya (kita) diam dan berkontemplasi,” kata Gubernur NTB ini.

Saat itu, ia juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas suksesnya peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora yang dikemas dalam tagline promosi pariwisata “Tambora Menyapa Dunia 2015”.  Khususnya, kepada Kompas Group dan seluruh pihak yang telah terlibat. Gubernur Zainul Majdi mengaku, tidak menduga pelaksanaan event Tambora Menyapa Dunia akan menjadi semeriah ini.

“Terus terang, ketika ide ini muncul tidak tergambar sama sekali seperti ini perayaannya. Kami pikir Tambora Menyapa Dunia akan menjadi event kebudayaan dan pariwisata yang sifatnya lokal. Ternyata, Alhamdulillah berkat kebersamaan dan diskusi-diskusi yang dibangun, eventnya menjadi untuk Indonesia dan bahkan dunia,” ujar Gubernur Zainul Majdi penuh syukur.

Kuldesak Tambora, tidak hanya menyajikan pameran yang bersifat ilmiah seperti kajian mitigasi bencana alam yang dibawakan oleh Kepala Bidang Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Mbah Rono. Dalam Kuldesak Tambora, juga ditampilkan kesenian Silu (pertunjukan gendang besar dari Sumbawa), Pembacaan naskah Kuno Tambora oleh Dr. Hj. Siti Maryam M. Salahuddin, SH, Pagelaran Wayang Gunung Kulit Uwong Urip dari komuntas lima gunung yang membawakan wayang orang dengan tema “Pesan dari tambora”, serta pameran foto-foto Tambora.(m.hasan)

 

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.