JK Minta Polda NTB “Tempeleng” Polisi Yang Lalai

Sumbawa Barat, KabarNTB – Emosi warga Taliwang yang menyerang Mapolres Sumbawa Barat seperti kejadian tadi malam (16/5) dikhawatirkan akan berkembang luas, dan memicu munculnya konflik baru jika Kepolisian Daerah (Polda) NTB tidak segera turun tangan.

Tokoh masyarakat Sumbawa Barat, Junaidi Kasum menilai amukkan massa tidak bisa dibendung akibat ketidak percayaan public terhadap aparat Kepolisian setempat yang diduga lalai, dalam menangani kasus pembunuhan yang meresakan warga KSB belum lama ini.

“ Kami atas nama keluarga besar korban dan masyarakat KSB meminta bila perlu hari ini juga Polda NTB segera turun tangan, meredahkan kegelisahan warga KSB terkait kelalaian aparat Polres KSB menangani kasus ini, tidak masuk akal tahanan bisa kabur begitu saja,” kata JK sapaan akrab Junaidi Kasum kepada media ini, Minggu (17/5) melalui telpon selulernya dari Mataram.

Hari ini juga JK mendesak Polda NTB turun tangan dan meminta agar Kapolres Sumbawa Barat dicopot dari jabatannya, disamping itu JK juga mendesak Polisi untuk menunjukkan kronologis sebenarnya tentang bagaimana seorang yang diduga tersangka bisa lepas begitu saja dari dalam tahanan Mapolres.

“ Ini penting segera dilakukan Polda NTB agar warga merasa puas akibat kinerja polisi setempat yang mengecewakan public, bila perlu oknum polisi yang lalai itu terutama penjagaan “ditempeleng” (menampar-red) didepan public oleh Polda NTB,” tandas JK dengan nada tinggi mengaku kecewa dengan kinerja polisi setempat.

Jika tidak dilakukan hal ini, menurut JK dikhawatirkan masyarakat akan semakin gelisah dan lebih tidak percaya dengan kinerja aparat kepolisian setempat sehingga memicu konflik-konflik baru.

“ Polisi harus segera menjelaskan kepada public dan memberikan kepastian hukum, dengan menunjukkan kejadian yang sebenarnya dengan demikian warga baru bisa reda, kami khawatir jika polisi tidak segera bisa jadi konflik meluas, apalagi beredar kabar warga belum puas dengan kinerja aparat dan mengancam kembali melakukan aksi,” kata JK lagi.

Amukkan massa ke Mapolres Taliwang tadi malam terjadi karena beredar kabar yang menyebutkan, Ersan Munab (53)  bapak yang diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan anak yang terjadi dua hari lalu  kabur dari tahanan Mapolres KSB.

Info kaburnya sosok yang diketahui kelahiran Jambi, 6 Maret 1963 ini langsung menyebar luas ditengah masyarakat Kota Taliwang baik melalui jejaring social maupun info dari mulut ke mulut, emosi warga pun tak bisa dibendung.

Sementara itu, Polres Sumbawa Barat hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologis kaburnya Ersan Munab. Polisi menurut rencana hari ini Minggu (17/5) baru akan memberikan keterangan pers terkait kasus ini dan kejadian tadi malam.(K-Ir)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.