Subsidi LPG Naik, Masyarakat Sumbawa Harus Ikut Rasakan Manfaatnya

Jakarta,KabarNTB – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyampaikan rencana kenaikan volume subsidi terhadap gas LPG konsumsi masyarakat dalam RAPBN 2016 saat Rapat Kerja dengan DPR, Selasa (22/6), di kawasan parlemen, Senayan.

Tahun ini, rencananya pemerintah akan menaikan volume subsidi LPG jenis ini dari 5.766 juta ton di tahun 2015 menjadi sebesar 6.602 ton dalam rencana anggaran 2016.

Menanggapi rencana pemerintah ini, anggota Komisi VII Fraksi NasDem Kurtubi menyambut baik rencana kenaikan volume subsidi gas yang akan dilakukan.

“Kalau sudah disetujui agar cepat direalisasikan, khususnya untuk daerah Pulau Sumbawa,” ujarnya dalam release yang disampaikan kepada media ini.

Legislator asal Dapil Nusa Tenggara Barat ini menegaskan, bahwa selama ini masyarakat Sumbawa merasa dianaktirikan. Dalam program konversi gas tiga kg yang dilakukan pemerintah, ternyata tidak menyentuh masyarakat Sumbawa. Ia mengatakan bahwa warga Sumbawa masih menggunakan minyak tanah hingga saat ini.

“Perlu adanya perhatian yang sangat serius dari pemerintah pusat untuk mengimbangi apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Sumbawa. Salah satu caranya adalah mempercepat konversi penggunaan minyak tanah kepada gas tabung LPG tiga kg,” gugatnya.

Kapoksi Komisi VII Fraksi NasDem ini mengatakan bahwa selama ini masyarakat Pulau Sumbawa telah memberikan kontribusi yang sangat besar kepada pemerintah dalam hal pengurangan ketergantungan impor. Seperti halnya di Kabupaten Bima, dengan produksi bawang merahnya, serta Kabupaten Dompu dengan produksi jagungnya yang cukup besar.

Kurtubi menegaskan bahwa warga Sumbawa juga harus ikut merasakan apa yang dirasakan warga lain yang menikmati subsidi gas LPG jenis ini. Ia mengingatkan bahwa dengan adanya konversi subsidi dari minyak tanah ke gas LPG tiga kg, tentunya akan lebih menguntungkan pemerintah. Apalagi dengan adanya kenaikan jumlah subsidi yang direncanakan didalam RAPBN 2016.

“Ini juga akan mengurangi penyelundupan minyak tanah dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok yang tentunya merugikan negara,” tegasnya.

Dalam RDP kali ini, Sudirman Said juga menyampaikan penetapan lifting produksi gas sebagai dasar asumsi makro RAPBN Tahun 2016 sebesar 1.100 sampai 1.300 ribu Barrels of Oil Equivalent Per Day (BOEPD). Ukuran ini setara dengan barel minyak per hari. (K-ir)

 

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.