Dugaan Penyelewengan Bansos Dibantah

Sumbawa, KabarNTB – Adanya pengaduan dugaan penyimpangan dana bantuan sosial (Bansos) pengadaan sapi di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, dibantah oleh pelaku transaksi jual beli sapi yang dituding sebagai actor penyimpangan dalam pengaduan Aliansi LSM Menggugat (ALIM) kepada Polres Sumbawa, Rabu (04/11/2015).

Adanya isu dugaan penyimpangan tersebut kemudian dibantah dan diklarifikasi oleh pihak yang dituding. Bagi pihak yang dituding, bantahan dan klarifikasi tersebut dipandang sangat penting karena masalah ini malah menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat Desa Penyaring dan ketidaknyamanan bagi mereka yang berada di lapangan untuk melakukan transaksi jual beli sapi murah.

Menurut Hermansyah Idris, salah seorang pihak yang melakukan transaksi jual beli sapi murah, kepada media ini, Kamis (05/11/2015) bahwa pihaknya sangat menyayangkan adanya pihak yang menghembus persoalan tersebut.

Pasalnya, sumber dana transaksi jual beli sapi murah bukan berasal dari dana bansos maupun dana aspirasi seperti yang diberitakan
sejumlah media lokal Sumbawa dan regional NTB. Sumber dana pengadaan transaksi jual beli sapi murah berasal dari dana luar negeri melalui personal profit atau swasta perseorangan.

Untuk menguatkan keberadaan usaha ini, pihaknya telah melaporkan aktifitas transaksi jual beli sapi murah kepada Dinas Peternakan. Dijelaskan bahwa transaksi jual beli sapi tersebut justeru memudahkan masyarakat ekonomi menengah ke bawah dalam hal memiliki atau membeli sapi dengan harga relative murah atau terjangkau.

“Sapi ini menyasar semua golongan. Tidak hanya bagi yang mampu tapi juga yang kurang mampu dengan waktu pengadaan 2 minggu hingga 1 bulan karena harus mencari bibitnya,” terang Hermansyah.

Pihaknya menyayangkan adanya para pihak yang salah paham dengan adanya keberadaan aktifitas ini. Pihaknya juga mengajak supaya para pihak tersebut untuk berpikir  secara arif dan bijaksana terhadap transaksi jual beli sapi murah. Karena sasarannya adalah orang-orang yang tidak hanya yang mampu. Hanya dengan modal Rp 2 juta rupiah dengan mudah
mendapatkan seekor sapi.

Di samping itu, pihaknya mengajak masyarakat di Desa Penyaring secara khusus untuk menjaga kondusifitas Desa tersebut. Apalagi dalam waktu dekat akan digelar Pilkada, maka sebaiknya bersama-sama menjaga kondusifitas daerah untuk membangun Sumbawa dengan cara yang lebih baik.

Kepada para pihak yang menyentil persoalan ini diminta tidak malah memperkeruh suasana. Karena Sumbawa membutuhkan figur-figur seperti pihaknya yang dengan nawaitu yang baik membantu masyarakat mendapatkan sapi yang murah.

“Yang jelas kami punya nawaitu yang baik agar masyarakat bisa sejahtera. Karena usaha ini membantu masyarakat,” tambahnya.

Pihaknya juga meminta supaya proses transaksi jual beli sapi murah tersebut tidak dipolitisir karena sama sekali tidak ada keterkaitannya dengan politik. Sejauh ini, usaha transaksi jual beli sapi murah di Kabupaten Sumbawa telah berjalan selama 8 bulan. Dengan sebaran di Desa Moyo Mekar Kecamatan Moyo Hilir sebanyak 48 ekor, Desa Pungkit sebanyak 15 dan Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara sebanyak 30 ekor. Dengan kategori sapi jantan berusia 18 bulan dengan tinggi badan 105 cm dan betina
usia 18 bulan dan tinggi badan 100 cm. (K-K)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.