Burhanuddin Jafar Salam Kembali Pimpin PAN Sumbawa

Sumbawa, KabarNTB – Anggota DPRD Propinsi Nusa Tenggara Barat, Burhanuddin Jafar Salam (BJS), kembali mendapatkan amanat untuk memimpin DPD PAN Kabupaten Sumbawa masa bhakti 2016-2021.

BJS terpilih melalui forum Musyawarah Daerah (Musda) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumbawa, yang digelar di hotel Parahyangan, Sabtu (26/12/2015),

BJS dipilih berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat tim formatur yang dibentuk di internal PAN. Tim tersebut terdiri dari dirinya sendiri selaku pimpinan parpol, sekretaris DPD PAN, Lukmanul Hakim, Ketua Fraksi PAN di DPRD Sumbawa, Ida Rahayu serta pengurus DPD PAN lainnya, Fitrah Rino.

Sebenarnya aroma terpilihnya kembali BJS untuk memimpin DPD PAN Sumbawa sudah tercium sejak awal pembukaan Musda. Ditandai dengan adanya beberapa orang kader PAN yang memasuki ruang Musda mengenakan baju kaos oblong warna hitam. Di baju kaos oblong mereka terdapat gambar dan inisial BJS.

Dengan terpilihnya kembali BJS selaku Ketua DPD PAN Sumbawa, membuktikan bahwa politikus yang satu ini masih dicintai dan percaya jajarannya hingga ke tingkat bawah.

Mengawali pelaksanaan Musda, BJS dalam sambutannya, mengatakan, tak terasa PAN sudah berusia 17 tahun. Secara pribadi dan bersama para pengurus maupun kader PAN, mendirikan, mencintai dan menumbuh kembangkan partai.

Selama 17 tahun tersebut, di periode pertama di Pemilu 1999 mendapatkan kepercayaan masyarakat dengan raihan 2 kursi. Periode 2005-2010 mendapatkan 4 kursi, periode selanjutnya 3 kursi dan pemilu terakhir mendapatkan 5 kursi.

Sebagai ketua DPD PAN, ia dipercayakan menjadi ketua memasuki periode kedua, dan di periode pertama mendapatkan amanat selama 2 tahun pada 2007 dengan sisa masa kepengurusan sekitar 2 tahun.

“Banyak sudah yang kita lalui selama 17 tahun. Mungkin yang pertama di NTB, kita sudah mendudukan kader yang layak kita untuk menjadi dan duduk sebagai Wakil Bupati,” tandas BJS.

Ketika hal tersebut terjadi, ia menghembuskan angin keberhasilan sebagai keberhasilan yang kolektif dan kolegial. Namun jika terjadi kekurangan maka bersedia melepas nahkoda.

Ia menegaskan, dalam Musda PAN kali ini lebih mengedepankan musyawarah dan mufakat. Untuk itu Musda PAN mengambil tema Kebersamaan Dalam Keseimbangan Untuk Kejayaan Partai Amanat Nasional.

“Kebersamaan tanpa keseimbangan, omong kosong saya kira. Equel antara kebersamaan dan keseimbangan. Tidak ada yang terbaik, semua sama. Tidak ada yang hebat, semua kita bisa. Tidak ada yang cerdas, semua kita bisa dan terbaik untuk membesarkan Partai Amanat Nasional. Dengan semangat seperti itu kami melaksanakan Musda ini,” tegasnya. (K-K)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.