Pulau Panjang Akan Dijadikan Laboratorium Mangrove se Bali Nusra

Sumbawa, KabarNTB – Keberadaan Mangrove di Pulau Panjang, Kecamatan Alas Barat, menjadi point lebih keberadaan gugusan Pulau tersebut diantara Pulau-Pulau yang ada di Kabupaten Sumbawa khususnya dan se Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra) umumnya.

Betapa tidak, Pulau Panjang yang memiliki kekayaan hutan mangrove khas akan dijadikan sebagai Laboratorium Mangrove se Bali Nusra.

Camat Alas Barat, Iwan Sofyan, Selasa (19/01/2016) mengatakan bahwa pihaknya secara aktif mengawasi Pulau Panjang terutama pemanfaatannya karena menjadi Pulau Konservasi, sehingga diusulkan menjadi Laboratorium Mangrove. Karena 75 persen mangrove yang ada di Pulau Panjang terbaik dari yang ada di Pulau Bali maupun Pulau Lombok.

Menurutnya, ada beberapa varian Mangrove yang ada di Pulau Panjang harus tetap dipelihara. Karena memang fungsi Pulau Panjang menjadi bumper atau penghalang badai dari Laut Flores.

“Itu yang kita jaga sekarang bersama Kecamatan Alas dan Kecamatan Buer. Dia bisa melindungi Pulau Bungin sekaligus melindungi daratan Labuhan Mapin dan sekitarnya,” papar Camat Alas Barat.

Tidak sekedar sampai di situ, menurut Iwan Sofian, telah ada komitmen BKSDA Propinsi NTB untuk membantu untuk pembuatan rumpon bagi nelayan. Diharap ke depan kesadaran masyarakat supaya tidak lagi melakukan perambahan di Pulau Panjang.

arena sumber daya manusia atau petugas yang mengawasi Pulau Panjang hanya dua orang. Sementara mereka berdua harus mengawasi dari Taliwang dan Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas.

“Kalau pemerintah menganggap hal ini sangat stategis, kita sudah usulkan. Mala ada surat yang kami usulkan ke pemerintah pusat melalui operasi Kopassus selama sebulan di Pulau Panjang,” ujar Camat Alas Barat. (K-K)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.