5 Tersangka Illegal Logging Ditetapkan Penyidik Dishutbun

Sumbawa, KabarNTB – Penyidik Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi NTB yang menangani perkara tindak pidana illegal logging di Hutan bibit, Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa telah meningkatkan status 5 orang  yang bertindak sebagai sopir truk pengangkut kayu hasil illegal logging dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Artinya, peningkatan status perkara tersebut secara otomatis menjadikan 5 orang tersebut sebagai tersangka utama. Meski mereka hanya sopir truk pengangkut kayu, tapi keterangan dari kelimanya akan didalami penyidik untuk membongkar siapa sebenarnya pemilik kayu atau bos mereka.

“Kaitan dengan penanganan kasus yang tujuh truk di kami, masih dalam penyidikan dan belum selesai. Sementara yang sopir truk tertangkap tangan kami titip di Lapas. Mereka sudah dijadikan tersangka,” kata Kasi Perlindungan Hutan, Dishutbun Sumbawa, Mukhtamarwan, Kamis (10/03/2016).

Meski begitu tegasnya, penyidik akan mendalami keterangan para tersangka untuk mengetahui motif dan siapa di balik aksi mereka. Tidak hanya para sopir, tapi juga mereka yang terkait lainnya, seperti kenek hingga pemilik modal.

“Biar terungkap semua. Ini akan menjadi kerja berat bagi Dinas Kehutanan. Karena tanpa dukungan masyarakat, mungkin kami tidak ada apa-apanya,” imbuh Awe sapaannya.

Ia menambahkan, para tersangka berasal dari Dompu, Lombok Tengah. Sisanya dari Maronge dan Lape. Sedangkan identitas para pemilik kayu sudah dikantongi para penyidik.

Awe mengakui bahwa pihaknya cukup kesulitan dalam menangani perkara tindak pidana illegal logging karena melibatkan ‘gurita mafia kayu’. Apalagi dari sisi SDM yang terbatas dengan luas hutan ribuan hektar tidak sebanding dengan jumlah personel. Sehingga membutuhkan keterlibatan semua sektor.

“Seperti contoh di operasi gabungan kemarin semua sektor terlibat, ada TNI AD, Polisi, Kehutanan, Pol-PP dan KPH,” ujarnya.

Untuk sementara, barang bukti berupa truk dan kayunya masih diamankan di Dishutbun Sumbawa.

Ia menambahkan, diantara mereka yang diperiksa dan dijadikan tersangka, masih ada pelaku lain yang dijadikan DPO. Dia adalah sopir truk yang melarikan diri ketika TNI AD dari Kodim 1607 Sumbawa menyergab di Desa Serading, Moyo Hilir, belum lama ini.

Terhadapnya, penyidik akan memanggil dengan bersurat, tapi jika tidak diindahkan maka akan diupayakan jemput paksa. Upaya jemput paksa sebagai langkah terakhir penyidik yang dibenarkan Undang-undang.(K-K)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.