Komisi IV DPR RI Kunjungi Nelayan Pulau Bungin Alas

Sumbawa, KabarNTB – Komisi IV DPR-RI bersama staf Kementerian terkait melakukan kunjungan kerja di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa (22/03/2016). Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Ir. Herman Khairon, M.Si.

Kunjungan kerja tersebut memfokuskan kepada nelayan budi daya khususnya budi daya lobster dan ikan kerapu di Pulau Bungin. Di Pulau terpadat di dunia tersebut, memang terdapat kelompok nelayan Bungin Mandiri. Kelompok tersebut sudah berkiprah dalam budi daya ikan keramba kurang dari dua tahun sejak akhir tahun 2014.

Mendampingi rombongan Kunker tersebut, Bupati Sumbawa HM, Husni Jibril, Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata dan Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Kamaluddin ST.

Rombongan anggota Komisi IV DPR RI tersebut terdiri dari, putri mendiang Presiden Soeharto, Siti Hediati Hariyadi (Titik Soeharto) Fraksi Partai Golkar, DR Hermanto Fraksi PKS, Guntur Sasono asal Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Suryo Alam asal Fraksi Partai Golkar, Kyai Zainut Tauhid asal Fraksi PPP, Sulaiman Hamzah asal Fraksi NasDem, Susi Marleny asal Fraksi Gerindra,  Titi Jayabaya asl Fraksi Demokrat, A.A Bagus Adhi asal Fraksi Golkar, Made Surip dari Fraksi PDI Perjuangan, Taufik Abdullah dari Fraksi PKB.

Tidak hanya para wakil rakyat di Senayan, tapi juga hadir Direktur Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya, yang baru dilantik dua hari.

Herman mengatakan, kehadiran rombongannya di Pulau Bungin untuk melihat langsung situasi, karena tugas DPR untuk memastikan bahwa warga Negara Indonesia sesuai dengan cita-cita kemerdekaan, dapat terpenuhi rasa keadilannya dan kesejahterannya.

“Kalau masih belum sejahtera itu kewajiban kami untuk mensejahterakannya. Kalau belum ada keadilan kami pastikan untuk membantu memenuhi rasa keadilan tersebut,” kata Herman.

Hanya saja tambahnya, keuangan Negara tidak memungkinkan untuk melakukan secara berbarengan dibantu bersamaan tetapi harus dengan cara bertahap.

Kalau proporsi yang diharapkan masyarakat untuk dibantu maka keterlaluan tidak dibantu.

“Kalau pak Dirjen sudah dibawa ke sini dan tidak membantu warga di sini, itu namanya kebangetan,” ujarnya.

Ia yakin bahwa kepedulian itu akan muncul dan menjadi keinginan besar untuk membantu masyarakat. Tapi kepastian tersebut juga harus ada dari pemerintah.

Direktur Pengelolaan Ruang Laut (PRL), Brahmantya,  menyampaikan, pihaknya mendengar kabar adanya keramba jarring apung yang kini dianggap telah meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Nantinya, pemerintah akan mencoba mengembangkannya terus bersama potensi lain.

“Utamanya mengenai lingkungan, pengembangan air bersih, dan lain sebagainya yang terkait dengan permukiman masyarakat. Kita akan atur dan kelola anggarannya,” demikian kata Brahmantya.

Ia juga meminta masukan masyarakat, di samping itu masyarakat diminta untuk mengelola laut dan tidak mengeksploitasi ekosistem laut secara berlebihan.

Ke depan ia menjanjikan khusus keramba tersebut akan ditambah karena target dan potensinya sangat bagus. Namun kelompok nelayan di Pulau Bungin diminta untuk menularkan pengetahuannya ke daerah lain.

Ketua Kelompok Nelayan Bungin Mandiri, Sahabuddin Tison, menyampaikan di hadapan Komisi IV DPR RI dan Dirjen PRL, bahwa sudah saatnya masyarakat nelayan memaneg laut dengan baik agar dapat dinikmati secara bersama dan berkelanjutan, salah satu caranya melalui budi daya perikanan.

Budi daya perikanan kata Tison, dianggap memiliki prospek bisnis yang baik dan masyarakat dapat membudidayakan komoditas local dan eksport. Salah satunya lobster dan kerapu, lokalnya ikan bawal bintang.

“Kami berterimakasih kepada Pemda Sumbawa dan Pemprop NTB maupun Pempus. Kami melihat adanya keterbatasan anggaran dari Pemerintah Daerah maupun Propinsi, sehingga dalam hal ini kami bersama-sama berharap  mendapat dukungan dari legislator di senayan,” ungkap Sahabuddin Tison.

Menurutnya, apa yang dikembangkan sekarang akan diteruskan karena tugas kelompok untuk menyerap lebih banyak masyarakat. Sehingga diharapkan harus ada dukungan dari pemerintah pusat.

Bahkan para ibu rumah tangga yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan untuk disupport. Karena untuk pengolahan masih memaksimalkan bahan baku, kemudian akan melatih skill menuju industry perikanan.

“Kami harapkan bapak ibu bisa datang kembali dan menginap di Pulau Bungin,” imbuhnya.(K-K)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.