Kata Bupati Tentang Pasatotang Adat Dari Sultan Sumbawa

Sumbawa, KabarNTB – Bupati Sumbawa, HM. Husni Djibril, dalam menanggapi penegasan Sultan Sumbawa, Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV, pada acara Pasatotang Adat di Istana Dalam Loka, Minggu (03/04/2016), menyampaikan terimasih dan setulus-tulusnya kepada Sultan Sumbawa dan Lembaga Adat Tana Samawa, atas diselenggarakannya Pasatotang Adat ini.

Bupati mengaku betapa bahagianya, bahwa di dalam pandangan dan kacamatanya, begitu hormat yang mulia Sultan Sumbawa kepada keduanya sebagai pemimpin Sumbawa.

Menurut Bupati, Pasatotang tersebut memang sangat didambakan. Bahkan Bupati mengaku ketika mendengar sejurus Sultan membacakan Pasatotang adat tersebut, seluruh bulu badan Bupati berdiri dan merinding. Karena betapa amanat ini tidak hanya berat tapi wajib hukumnya dipenuhi.

“Kami dalam perjalanan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa sejak dilantik sudah berikhtiar dan berjanji kepada diri kami sendiri agar Pasatotang serupa ini tidak hanya pada tatanan ikrar saja, tapi tegur sapa setiap waktu sangat kami harapkan. Begitu juga dalam setiap langkah kami,” ungkap Bupati Sumbawa, HM. Husni Djibril.

Bupati mengakui bahwa sebenarnya jauh-jauh hari sebelumnya sudah meminta kepada masyarakat secara langsung dalam setiap pertemuan di mana-mana agar selalu diingatkan.

Karena bagaimanapun tandas Bupati, sebagai manusia dirinya dan Wakil Wakil Bupati tidak akan pernah luput dari kelemahan, kekeliruan dan kesalahan. Oleh sebab itu patut kiranya dirinya berdua  menerima Pasatotang ini  yang merupakan Pasatotang ini yang paling tinggi nilainya dalam ukuran dirinya berdua.

“Kami sampaikan kepada LATS dan anggotanya, saya bersepakat dan berjanji mohon dalam Pasatotang ini dibuat secara tertulis dan jangan tanggung-tanggung, jangan kecil-kecil. Saya sampaikan kepada pak Syukri Rahmat agar besar dibuat dan harapan ini terpenuhi,” ungkap Bupati Sumbawa.

Untuk itu Bupati akan memasang Pasatotang ini di ruang kerjanya saya. Karena tentu bekerjaa lebih banyak di kantor atau di ruang kerja yang memang disiapkan oleh Negara dan pemerintah.

Maka di situlah akan dipampang agar bisa melihat dan setiap waktu  dan bisa membacanya meski tidak sampai hafal, tapi paling tidak bisa sedikit mengingat-ingat.

“Oleh sebab itu secara khusus kami berdua menyampaikan terimakasih kepada Sultan Sumbawa bahwa Pasatotang ini tidak hanya kami baca, tapi Insya Allah kami akan resapi dan laksanakan sebagaimana menjadi hajat kuat Sultan Sumbawa,” ujar Bupati Sumbawa.

Tidak hanya itu, Pasatorang yang dianggap Bupati terbentuk dalam tujuh bagian syair tersebut akan dijadikan pegangan dan urat nadi dalam bekerja.

“Insya Allah Pasatotang Adat ini akan kami pedoman kami dalam melangkah dan memimpin Tau ke Tana Samawa. Taket Ko Nene’ Kangila Boat Lenge, Mau Bau Tu Dapat Kerik Salamat, meningatkan kami untuk selalu bertakwa kepada Allah Subhana Wata’ala dan malu berbuat tercela dengan suatu harapan yang sangat kuat agar bisa mendapatkan keselamatan lahir bathin,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Bupati mengutip bagian Pasatotang Adat, yakni Sakantap Niat Kewa Satemung Pamendi Ke Panyadu sebagai sebuah niat untuk memperkuat niat dan komitmen guna mensinergikan rasa empati sebagai pemimpin dan kepercayaan rakyat.

Tentunya dengan diiikuti nilai Bakarante Gama Kewa Benar Ke Adil, yakni bermakna berbicara dengan benar dan adil melalui suatu sikap dan posisi Mengas Pamikir Guar Tangar sebagai wujud dari Pemahaman Insaniah atas dasar pemikiran dan wawasan yang luas dan komprehensif.

Dalam menjalankan roda pemerintahan juga tentu dengan nilai Manang Tenga, Sapalangan Hukum Kewa Benar Ke Adil, berdiri di tengah masyarakat tanpa pandang apapun agar menegakan hukum dengan benar dan adil.

Serta Satingi musyawarah mufakat yakni menjunjung tinggi musyawarah mufakat dan menjalankan kebijakan pemerintahan dan pembangunan, dengan prinsip  Sakuat Ibadat, Arap Kasuka Ke Tunas Kareda Allah Subhanahu Wata’ala, serta Kewa Pelihara Marwah Ke Martabat Tau Ke Tana Samawa, tidak sekali-kali meninggalkan ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala, selalu memohon rahmat dan ridho Allah serta memelihara marwah dan martabat tau ke Tana Samawa agar masyarakat Sumbawa yang hebat dan bermartabat akan terwujud.

“ Untuk itulah kami Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa menyampaikan penghargaan yang tidak terhingga kepada Sultan Sumbawa atas terselenggaranya Pasatotang Adat ini.Insya Allah Pasatotang ini akan menjadi Pasatotang penting bagi kami dan jajaran pemerintah Kabupaten Sumbawa.”pungkasnya. (K-K)

 

 

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.