Farouk Muhammad, Kenaikan Harga Rokok Jangan Sampai Menimbulkan Gejolak

KabarNTB, Mataram – Wacana kenaikan harga rokok terus menjadi buah bibir ditengah masyarakat diberbagai daerah di tanah air, pro dan kontrapun terjadi.Hal ini mengundang respon sejumlah kalangan untuk memberikan tanggapannya.

Wakil KetuaDPR RI, Farouk Muhammad, menanggapi wacana ini menegaskan, jika Pemerintah benar akan melakukan kenaikan harga rokok terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan jangan sampai menimbulkan gejolak.

“ Pemerintah tidak boleh mengambil langkah secara drastis selama itu menyangkut orang banyak,”tandasnya kepada KabarNTB pekan lalu di Mataram.

frrMenurut senator asal NTB ini, kenaikan harga rokok bisa saja dilakukan Pemerintah asal sesuai prosedur dan aturan yang ada, karena dampaknya sangat terasa bukan hanya bagi perokok,tapi juga bagi penjual terlebih lagi para petani tembakau.

“ Kenaikan ini bagus jika dibarengi dengan pengurangan jumlah perokok namun nanti bagaimana jika petani juga berkurang karena tembakaunya tidak laku, jangan nantinya kenaikan ini hanya untuk konteks pajak saja.Pemerintah harus melakukan sosialisasi karena tidak semudah itu menaikkan harga agar tidak menimbulkan gejolak, nanti kita akan suarakan nantinya,” tegasnya.

Sementara itu, Wapres RI H.M Jusuf Kalla menegaskan, hingga saat ini pemerintah masih melakukan pengkajian untuk mengadaptasi Framework Convention in Tobacco Control (FCTC). Menurut JK, saat ini 40 persen tembakau yang beredar di Indonesia adalah impor.

“Artinya kalau kita mengurangi rokok yang dikurangi dulu yang diimpor ini, jadi tidak merugikan petani justru akan diuntungkan karena harga tembakau akan naik,” terangnya, seperti dilansir detik.com.

JK menilai kenaikan harga cukai ini tidak akan mempengaruhi keuntungan industri rokok dan tembakau. Malahan kenaikan itu akan memberikan keuntungan dari segi pendapatan bagi pemerintah.

“Di lain pihak masyarakat mengurangi atau menghentikan merokok. Kan bagus itu kan,” ujarnya.

Isu harga rokok Rp 50 ribu/bungkus bergulir tersebut, sebenarnya angka itu berasal dari penelitian Profesor Hasbullah Thabrany dari UI. Angka itu akan membuat orang berhenti merokok karena harganya mahal.(K-Y)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.