Kelompok Pemuda Jereweh Tuntut Dipekerjakan di Sub Kontraktor PTAMNT

KabarNTB, Sumbawa Barat – Sejumlah pemuda dari Kecamatan Jereweh, menuntut PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) untuk mempekerjakan mereka di tambang Batu Hijau, Kecamatan Sekongkang.

Para pemuda kecamatan Jereweh ini bahkan telah dua kali menggelar aksi demo di Gate PTAMNT di Benete. Aksi pertama dilaksanakan pada Selasa tanggal 24 Maret 2017, namun ia dan kelompoknya, kata Mukhslisin, difasilitasi Komandan Subdent Brimob KSB, bertemu dengan perwakilan PTAMNT yang diwakili staff SR. Pertemuan tersebut tidak menghasilkan keputusan apa-apa.

Aksi kedua digelar pada Senin 27 Maret 2017 lalu dilokasi yang sama, yakni Gate PTAMNT di Benete. Dalam dua aksi tersebut, para pemuda Jereweh itu menuntut dipekerjakan di dua perusahaan baru yang menjadi sub kontraktor PTAMNT, yakni PT Pontil (perusahaan lokal Indonesia) dan PT Mc Mahon (perusahaan asal Ustralia).

Sekelompok pemuda kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat menggelar spanduk saat melakukan aksi di Gate PTAMNT di Benete Senin 27 Maret 2017

Menurut Mukhlisin, Koordinator Pemuda Jereweh, PT Pontil diketahui telah mulai beroperasi di Batu Hijau dan tidak melakukan rekrutmen secara transparan. Padahal dalam hal rekrutment tenaga kerja, PTAMNT wajib melakukanya secara terbuka dan memprioritaskan pencari kerja lokal.

“Kondisi ini yang kami sesalkan, karena sama saja perusahaan itu tidak transparan dan tidak menghargai potensi tenaga kerja lokal,” ungkap Mukhlisin kepada KabarNTB, Rabu 29 Maret 2017.

Mereka kemudian kembali lagi ke Gate Benete pada Senin 27 Maret dengan maksud akan kembali melakukan aksi demo. Tapi pihak Kepolisian kembali memfasilitasi pertemuan mereka dengan perwakilan management PTAMNT.
Dalam pertemuan itu, pihak PTAMNT kata Mukhlisin, diwakili Manager SR, H Syarafuddin Jarot.

“Tapi tetap saja kami tidak mendapatkan jawaban pasti apakah tuntutan kami tidak bisa diakomodir atau tidak. Manager SR PTAMNT hanya menyatakan nanti akan ada rekrutmen besar-besaran saat pembangunan smelter dimulai. Kepastiannya kapan (dimulainya pembangunan smelter itu) juga tidak ada,” timpal Mukhlisin diamini rekan-rekannya.

Karena merasa belum ada tanggapan positif dari management PTAMNT terkait tuntutan mereka, para pemuda Jereweh itu mengatakan akan kembali turun melakukan aksi demo pada Kamis 30 Maret besok.

“Padahal tuntutan kami sederhana, dipekerjakan dan proses rekrutment tenaga kerja PTAMNT dilaksanakan secara terbuka dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Sebagai generasi penerus daerah ini, kami punya hak yang sama untuk merasakan manfaat dari kekayaan alam daerah ini yang dikeruk,” tandas Mukhlisin.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.