Meme Presiden Dicoment ‘Nyiyir’ di Group WA, Organisasi Sayap PDIP Lapor Polisi

KabarNTB, Sumbawa Barat – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Taruna Merah Putih, salah satu organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumbawa Barat, melaporkan empat orang anggota grup Whatsap (WA) Forum Indonesia Bangkit, ke Kepolisian setempat, Senin siang (6/3).

Keempat anggota grup WA itu, dilaporkan dengan tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap lambang negara (Presiden RI – Joko Widodo) dan Ketua Umum PDIP, (Megawati Soekarno Putri), karena telah meng-upload dan mengomentari dengan tidak senonoh (nyiyir) meme yang memuat foto Presiden Jokowi dan Megawati terkait kedatangan Raja Arab Saudi, dalam group WA dimaksud pada tanggal 4 Maret 2017.

“Hari ini kami resmi melaporkan empat orang anggota group WA Forum Indonesia Bangkit dengan delik pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap lambang negara (presiden) dan partai PDI P (ketum PDIP). Terlapornya adalah Mujiburrahman, Iwan Labugi, Erwin Ansori dan Ustad Burhanuddin,” ujar Ketua DPC Taruna Merah Putih Sumbawa Barat, Fauzan Azima, didampingi sejumlah pengurus lainnya, kepada Kabar NTB usai melakukan pelaporan.

Pengurus DPC Taruna Merah Putih Sumbawa Barat

Pelapor melampirkan screenshot diskusi dalam grup WA Forum Indonesia Bangkit sebagai barang bukti laporan.

Fauzan menegaskan, pelaporan itu bukan untuk menjatuhkan siapapun, tapi lebih sebagai upaya memberi pencerahan kepada semua pihak agar bijak dan cerdas dalam berkomunikasi maupun berinteraksi dalam media sosial.

“Ada aturan yang harus dipatuhi setiap orang dalam memanfaatkan ruang medsos dan dunia maya. Aturan itu dibuat agar kita semua mengedepankan etika, sopan santun dan saling menghormati,” sebutnya.

Ia juga menghimpau masyarakat untuk stop menyebarkan berita – berita hoax yang belum pasti kebenarannya, karena bisa menimbulkan opini dan pemahaman yang salah di masyarakat.

“Silahkan berargumen yang positif dan membangun dengan tanpa menyebarkan berita ataupun gambar yg merugikan orang atau pihak lain. Kami rasa masih banyak hal positif yang perlu dan bisa kita share daripada berita hoax dan negatif yang ujung-ujungnya menebar kebencian dan perpecahan umat dan masyarakat,” himbaunya.

Hasil penelusuran KabarNTB, meme yang diupload, dikomentari dan berujung pada tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan lambang negara dan ketua umum PDIP itu, sebelumnya sudah banyak beredar dan diupload di media sosial (facebook) sejak beberapa hari terakhir, khususnya pasca pertemuan antara Megawati, Puan Maharani dan Presiden Jokowi dengan Raja Salman Abdul Aziz di Istana Negara pada 3 Maret lalu.(K-E)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.