Sumbawa Barat : Dari Ombak Jelenga hingga Sensasi Terbang di Puncak Mantar

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) selalu identik dengan Pulau Kenawa. Padahal daerah yang terkenal dengan makanan khas ‘palopo’ itu, memiliki banyak sekali tempat-tempat wisata lain yang tidak kalah keren dibanding Pulau Kenawa.

Dari ujung timur, barat, hingga selatan terdapat lokasi-lokasi indah dan eksotis yang rugi tidak dikunjungi jika anda datang ke KSB. Berikut sejumlah obyek wisata alam yang direkomendasikan Kabar NTB bagi anda.

Desa Mantar

Destinasi ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga traveller. Karena, desa yang letaknya 653 mdpl tersebut pernah menjadi lokasi shooting film serdadu kumbang tahun 2011 lalu. Karena film itu pula, mantar menjadi terkenal hingga sekarang. Dan menjadi salah satu top destinasi di Sumbawa Barat.

Selain terkenal karena pemandangannya yang indah. Desa mantar juga terkenal sebagai spot olahraga paralayang. Beberapa kali event paralayang berskala nasional dan internasional pernah diselenggarakan disana. Bulan Juli mendatang Mantar juga akan menjadi kokasi kejuaraan para layang dunia Mantar Paragliding XC Open 2017.

Kalau anda penghoby para layang yang bermimpi untuk terbang di Oludeniz, spot para layang kesohor yang berlokasi di negara Turki, maka anda tidak perlu mengeluarkan biaya mahal menuju kesana. Datanglah ke Mantar, karena keindahan Oludeniz dapat anda nikmati dengan harga murah.

Ya Mantar tidak kalah indah dibandingkan Oludeniz Turki. Hamparan hijau perkebunan dan lautan biru Selat Alas yang dihiasi pulau-pulau kecil nan eksotis serta keindahan puncak Rinjani, gunung berapi tertinggi di NTB menjadi suguhan yang dijamin akan membuat anda langsung jatuh cinta dan merasa rugi untuk tidak kembali ke Mantar.

Jangan kaget kalau sewaktu – waktu anda datang berkunjung, anda bertemu dengan Lis Andriana, juara dunia para layang tahun 2012 – 2013. Karena Lis adalah salah satu atlet dunia yang secara rutin berkunjung untuk menikmati sensasi terbang dari puncak Mantar. Ia mengaku telah jatuh cinta sejak pertama kali menginjakkan kaki di desa yang telah ditetapkan sebagai desa budaya itu.

Menuju ke Mantar saat ini cukup mudah. Bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat jenis double gardan yang menjadi alat tranportasi umum kesana dengan tarif yang sangat murah.

Kehidupan sosial budaya masyarakat setempat yang masih mempertahankan tradisi leluhur mereka secara turun temurun, bersama sejumlah mitos tentang mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakatnya dan legenda dibalik keberadaan Desa Mantar akan menjadi bonus untuk petualangan tak terlupakan anda di desa yang terletak di Kecamatan Poto Tano itu.

Dan kalau anda ingat tentang pohon besar di pinggir desa yang menjadi tempat ‘Amek’ (tokoh utama Film Serdadu Kumbang) dan kawan – kawannya menggantungkan botol berisi secarik kertas bertulis cita – cita mereka, pohon itu masih ada, menunggu gantungan botol berisi kertas bertulis cita-cita anda. Mantar Aidaaaaa..

Pantai Jelenga

Pantai yang masuk dalam wilayah  Kecamatan Jereweh ini sangat mempesona.

Pantai berpasir putih sepanjang 2 km dan air laut yang bening biru, akan menyambut anda. Untuk traveler penghoby surfing, Jelenga merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi.

Ombak scar reef yang menjadi ciri khas pantai Jelenga sudah sangat terkenal dikalangan peselancar dunia. Dengan ketinggian ombak 2 – 3 meter, Jelenga sudah beberapa kali menjadi lokasi kejuaraan surving tingkat nasional maupun internasional.

Jelenga hanya berjarak sekitar 7 km ke arah barat dari Desa Goa dan sekitar 12 km dari Taliwang, ibukota KSB. Jalan yang bagus menjadi salah satu keunggulan pantai ini, sehingga traveler bisa berkunjung dengan kendaraan roda empat. Tidak ada tiket masuk dan pengunjung tidak perlu khawatir kelaparan atau kesulitan mendapat akomodasi, karena hotel dan restauran cukup banyak tersedia.

Air Terjun Ai Kalela

Selain wisata pantai, Kecamatan Jereweh juga memiliki wisata alam air terjun. Namanya Air Terjun Ai Kalela.

Bentuknya yang unik dimana airnya yang jernih jatuh dari tebing berundak-undak dengan kolam persis di bawah air terjun, membuat para traveller pasti ingin menceburkan diri.

Yang lebih unik lagi, air terjun ini juga punya beberapa nama lain yang disematkan oleh warga setempat. Air terjun Semporon Tangkil, Kalela, Ai Koa dan Janup. Memang tidak ada penjelasan tentang nama-nama tersebut, tetapi semuanya mencerminkan keunikan dan keindahan air terjun Ai Kalela.

Akses menuju air terjun ini, cukup nyaman. Hanya saja, sekitar 1 KM menuju kesana masih berupa jalan tanah. Namun, hamparan perkebunan dan sawah yang indah akan menjadi imbalan lebih dari sepadan atas  kurang nyamannya perjalanan yang anda rasakan.

Letaknya pun tak jauh dari tempat memarkir kendaraan. Cukup dengan berjalan kaki sekitar 100 M, suara air yang jatuh dari ketinggian ditingkahi suara satwa khas hutan belantara suguhan penyambutan kedatangan anda.

Air Terjun Ai Mual

Bicara air terjun, anda wajib beralih ke wilayah Timur Sumbawa Barat, tepatnya di Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea. Di desa ini terdapat sebuah air terjun yang keunikan dan karakteristiknya hampir sama dengan air terjun Mata Jitu di Pulau Moyo, Sumbawa yang sudah mendunia itu.

Karena letaknya yang berada di pedalaman, belum banyak yang tahu keberadaan air terjun ini. Dengan ratusan undakan-undakan dan kolam-kolam berisi air berwarna hijau tosca, banyak traveller yang menyamakan air terjun yang dapat di tempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 10 menit dari desa Bangkat Monte ini dengan sebutan kembaran Air Terjun Mata Jitu.

Gua Mumber

Di Desa Bangkat Monte, traveler yang hoby menjelajah gua, wajib mengunjungi Gua Mumber.

Siapkan fisik anda sebelum ke Gua ini karena letaknya di pedalaman, perjalanan akan cukup melelahkan. Pengunjung harus menempuh jalan setapak menanjak serta tebing lumayan curam di beberapa titik di tengah perjalanan.

Tapi jika sudah sampai di gua ini, semua lelah akan terbayar lunas. Anda akan disuguhkan pemandangan menakjubkan begitu masuk ke dalam gua.

Langit-langit gua setinggi kurang lebih 30 meter dan batuan-batuan raksasa yang terbentuk dari stalagmit dan stalagnit terlihat unik dan indah bak pilar-pilar istana. Ditambah bau khas dari kotoran kelelawar akan langsung tercium.

#AyoKeSumbawaBarat.(EZ/Yud)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.