Luar Biasa, Dihina Oknum Pengusaha TGB Justru Minta Masyarakat Tidak Emosi

KabarNTB, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Nahdlatul Wathan (NW), DR TGH M Zainul Majdi MA, layak disebut sebagai negarawan sejati.

Meski telah mendapat penghinaan dan perlakuan sangat merendahkan dari seorang oknum pengusaha, Gubernur penghapal Al Qur’an yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu justru meminta masyarakat NTB yang merasa sangat marah atas kasus tersebut untuk tenang dan tidak terbawa emosi.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi ketika berbicara kepada ummat Islam terkait kasus penghinaan di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Centre

Usai melaksanakan sholat jum’at di Masjid Hubbul Wathan Islamic Centre di Mataram, 14 April 2017, TGB secara khusus berbicara kepada ribuan ummat Islam dan jamaah lainnya yang tergabung dalam Aliansi Ummat Islam (AUI) NTB, tentang kasus penghinaan yang dialami dirinya bersama istrinya di Bandara Changi Singapura, tanggal 9 April lalu itu.

Dalam Pernyataannya, TGB mengkonfirmasi bahwa benar terjadi seperti yang diberitakan satu hari terakhir ini, ada (bisa disebut) penghinaan atau sejenisnya yang dialami dirinya dan keluarga, ketika berada Bandara Changi Singapura.

TGB menghimbau seluruh warga NTB untuk tidak terprovokasi dan tidak emosi atas hal tersebut. TGB menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat melarang orang marah, hanya saja mnenurutnya, agama (Islam) mengajarkan kita untuk senantiasa menjadi pemaaf. Karena itu Ia berharap warga NTB tetap tenang dan tidak ada reaksi lain yang dekat dengan maksiat (dalam menyikapi peristiwa itu).

Pada kesempatan tersebut TGB juga mengutip sejumlah ayat Al Qur’an dan tuntunan dari Nabi Muhammad SAW tentang bagaimana menyikapi setiap persoalan yang terjadi.

Dalam penyampaiannya, TGB terlihat sangat tenang, sementara para jamaah yang baru selesai melaksanakan sholat Jum’at terlihat sangat khusu’ mendengarkan.

Dikutip dari suaranw.com, sebelumnya, Aliansi Ummat Islam (AUI) NTB, menyerukan ummat Islam di daerah itu untuk berkumpul di Masjid Hubbul Wathan Islamic Centre, Mataram usai sholat Jum’at untuk ikut bersama-sama menyampaikan pernyataan sikap keberatan terkait kasus penghinaan yang dilakukan seorang oknum pengusaha terhadap TGB yang merupakan Ulama sekaligus Umara yang sangat di hormati itu.

Penyataan sikap bersama itu untuk mendorong pihak berwajib segera mengusut kasus penghinaan itu agar tidak berkembang menjadi hal-hal yang merusak persatuan dan kesatuan ummat dan bangsa.

“Ini soal marwah dan kewibawaan pemimpin kita. Apalagi beliau (TGB) seorang Ulama. Boleh beliau memaafkan pelaku, tetapi tetap harus diproses hukum dan tidak boleh tinggal diam,” kata Deddy AZ, Ketua AUI NTB.

Informasi yang berhasil dihimpun KabarNTB, kasus penghinaan terhadap TGB dan istrinya Hj Erica Zainul Majdi, oleh oknum pengusaha berinisial SHS, terjadi pada tanggal 9 April 2017 lalu saat sedang antri untuk melakukan check in di Bandara Changi Singapura.

Kasus itu berawal dari salah paham yang berujung pada keluarnya umpatan dengan kata – kata merendahkan dalam istilah bahasa chines dari oknum pengusaha itu kepada TGB.

Begitu berita tentang kasus penghinaan itu menyebar, ummat Islam dan warga NTB umumnya merasa sangat keberatan, karena TGB selain menjabat sebagai Gubernur, juga merupakan ulama yang sangat disegani dan merupakan Ketua Umum Ormas Islam terbesar di NTB, yakni Nahdlatul Wathan.(Bi/EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.