Sebut Penghinaan Kepada TGB Fiktif, Lima Pemilik Akun Medsos Dipolisikan

KabarNTB, Mataram – Tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat, melaporkan sejumlah pemilik akun media sosial yang menuding fiktif kasus penghinaan terhadap TGH Muhammad Zainul Majdi (TGB), ulama sekaligus Gubernur NTB dan sosok Steven Hadisuryo Sulistyo (SHS) pelaku penghinaan tersebut, ke Unit Cyber Crime Polda NTB, pada selasa 25 April 2017 lalu.

Munculnya tudingan fiktif itu, kata Koordinator Tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat, Abdul Hadi Muchlis, berimplikasi pada ketidaknyamanan sebagian besar masyarakat di NTB.

Abdul Hadi Muchlis, Koordinator Tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat

“Apalagi pernyataan yang menyatakan bahwa sosok SHS itu adalah sosok yang fiktif atau peristiwa di Bandara Changi itu adalah fiktif, berarti secara tidak langsung mereka menyatakan TGB itu pembohong,” tegas Abdul Hadi kepada wartawan, Rabu Rabu 26 april 2017 di Mapolda NTB.

Pemilik akun yang dilaporkan itu adalah pemilik akun FB dengan inisial ND, CRH dan SB dan pemilik akun twitter ST dan TT. Mereka dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan Pasal 35 UU ITE.

Peristiwa di Bandara Changi kata Hadi Muclis adalah peristiwa yang memang benar dialami oleh TGB. Bahkan sejumlah pihak telah melaporkan SHS di Polda Metro Jaya dan Polda NTB.

“Laporan itu sudah ditindaklanjuti oleh Penyidik Polda dan pak Gubernur sendiri bahkan sudah dimintai keterangan oleh Penyidik Polda Metro Jaya. Lantas letak fiktifnya itu dimana?,” tegas Hadi.

Menariknya lagi, kata Hadi, peristiwa yang dialami oleh TGB di Bandara Changi itu dikait-kaitkan dengan politik Pilkada Gubernur DKI Jakarta.

“Padahal pak TGB tidak ada kaitan sama sekali dengan agenda Pilgub DKI itu dan tidak ingin dikait-kaitkan dengan politik DKI. Dan peristiwa Bandara Changi itu adalah peristiwa yang tidak direkayasa oleh siapapun. Kami meminta Kepolisian segera menindak lanjuti laporan kami ini,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, DR. TGKH. M. Zainul Majdi, melalui juru bicaranya H. Yusron Hadi, mengaku sangat menyayangkan terjadinya peristiwa yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh sejumlah pihak via Medsos.

“Selain umara Pak Gubernur juga merupakan sosok ulama. Beliau juga menyampaikan kebenaran peristiwa Bandara Changi itu secara lugas di hadapan jama’ah Sholat Jum’at di Masjid Hubbul Wathan. Jadi tidak mungkinlah kalau ada pernyataan-pernyataan yang mengatakan bahwa peristiwa itu adalah tidak benar dan tidak dialami oleh pak Gubernur. Pak Gubernur jelas sangat prihatin dengan adanya tudingan itu dan berharap persoalan ini bisa segera dituntaskan sehingga tidak menimbulkan tanda tanya dan pertanyaan di masyarakat,” ujar pria yang dikenal ramah ini.(Yus)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.