Ketika Minester Kedubes Jepang Terombang Ambing Menuju Desa Terpencil di Pegunungan KSB

KabarNTB, Sumbawa Barat – Kondisi ruas jalan menuju Desa Rarak Ronges, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB yang parah dan sangat sulit dilalui, tidak hanya menjadi perhatian dan keluhan masyarakat setempat.

Kondisi ruas jalan yang melalui pegunungan dengan kondisi menanjak dengan kemiringan yang sangat curam, berlumbur, berbatu, licin dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan jenis four wheel drive (4×4) dan sepeda motor jenis trail itu, juga menjadi perhatian Minester Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang untuk Indonesia, Marie Takada.

Ya, Marie Takada, bersama Presiden Direktur Panasonic Gobel Indonesia, Ichiro Suganuma, dan Presiden Direktur Yamaha, Satooka Masahiro, sempat berkunjung ke Rarak Ronges pada Sabtu 20 Mei 2017 pekan lalu dan merasakan sendiri ‘sensasi’ terombang-ambing selama sekitar 1,5 jam menuju desa yang terkenal sebagai penghasil kopi kualitas tinggi itu. Mereka tidak sungkan menumpang kendaraan bak terbuka dari Kota Taliwang, Ibukota KSB.

Kondisi jalan menuju desa Rarak Ronges yang sangat sulit dilalui

Mereka hadir di desa terpencil ditengah pegunungan itu untuk meresmikan sekaligus serah terima fasilitas pengolahan air bersih, listrik tenaga surya dan program sanitasi bantuan hibah masyarakat Jepang untuk masyarakat Desa Rarak Ronges.

Ketika berbicara dihadapan masyarakat Rarak Ronges, Sekda KSB Abdul Aziz dan Pejabat KSB lainnya, Marie Takada menyatakan sangat terkesan dengan penyambutan meriah dari masyarakat dan pemerintah desa Rarak Ronges, juga Pemda KSB. Ia mengaku senang bisa mengunjungi desa yang berada diketinggian 680 mdpl tersebut dan berharap agar suatu saat bisa kembali.

“Saya menikmati keindahan alam, keramahan masyarakat dan kesegaran air minum dan berbagai hal tentang Rarak Ronges. Kalau saya kembali kesini kelak, semoga akses jalannya sudah lebih baik,” katanya berseloroh, disambut aplaus masyarakat yang hadir.

Sementara Presiden Direktur Panasonic, Ichiro Suganuma yang juga memiliki kesan yang sama tentang Rarak Ronges, berjanji akan terus mempromosikan desa tersebut dan segala potensi yang dimilikinya kemanapun dimanapun ia berada.

“Saya sering berkunjung ke daerah-daerah lain di Indonesia juga ke seluruh dunia, mulai saat ini saya akan terus menyebut dan bercerita tentang Rarak Ronges,” janjinya, dalam bahasa Indonesia dengan logat Jepang yang sangat kental.

Sebelumnya Kepala Desa Rarak Ronges, Ruslan dan Direktur Yayasan Serikat Tani Pembangunan (YSTP) KSB, Iwan Irawan, LSM partner kerjasama Kedubes Jepang, Yamaha dan Panasonic dalam program hibah fasilitas air bersih di desa setempat serta sejumlah desa terpencil lainnya di KSB, juga menyinggung soal kondisi jalan yang ‘butuh perjuangan berat’ untuk dilalui itu. Iwan Irawan bahkan secara blak-blakan ‘menodong’ Sekda KSB untuk segera memperbaiki jalan tersebut, mengingat kesulitan masyarakat dan potensi ekonomi Rarak Ronges yang sangat menjanjikan.

Kades Ruslan memohon kepada Pemda KSB melalui Sekda agar tahun 2017 ini bisa diupayakan pembenahan terhadap jalan tersebut. Kalaupun tidak ada anggaran untuk pembangunan jalan baru yang dialokasikan di APBD, ia berharap agar Pemda paling tidak bisa menurunkan alat berat untuk memperbaiki titik – titik jalan yang kondisinya sangat parah untuk memudahkan masyarakat membawa turun hasil bumi untuk dijual.

“Kami juga berharap agar Pemda bisa mengupayakan pembangunan jembatan penghubung yang melintasi sungai menuju Dusun Ronges karena anak-anak kami sangat kesulitan untuk pulang pergi ke sekolah,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Sekda KSB, Abdul Aziz bercerita bahwa awalnya (saat KSB baru terbentuk pada tahun 2003), Desa Rarak Ronges merupakan desa inclave (desa dalam kawasan hutan lindung). Jalan yang ada saat itu hanya berupa jalan setapak yang hanya bisa bisa dilalui sepeda motor dan kuda. Karena statusnya yang melalui kawasan hutan, maka untuk membangun jalan yang ada sekarang, Pemda KSB harus mendapatkan ijin dari Kementerian Kehutanan.

“Proses perijinan itu butuh waktu bertahun-tahun dan tidak gampang. Tapi Alhamdulillah akhirnya kita bisa dapat dan jalan ini akhirnya bisa diperbaiki sehingga bisa dilalalui kendaraan seperti sekarang,” tuturnya sembari berjanji akan mengupayakan pengiriman alat berat untuk memperbaiki jalan tersebut.

Sekda dengan berseloroh juga menyinggung tentang program pembangunan jalan dan jembatan di jalur lingkar selatan KSB (Sekongkang hingga tembus ke Lunyuk Sumbawa) yang merupakan program hibah pemerintah Jepang melalui Jica pada 2014.

“Kan jalan Rarak Ronges ini yang ikut andil merusaknya adalah Yamaha dan Toyota juga. Jadi kalau Pemerintah Jepang bisa membantu memperbaikinya akan lebih bagus, sehingga pasar untuk produk Yamaha dan Toyota akan lebih luas,” ujarnya disambut tawa dari Marie Takada dan Presdir Yamaha.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.