Perusahaan Rugi, Ratusan Karyawan Tambak Udang di KSB akan di PHK

KabarNTB, Sumbawa Barat – Ratusan orang karyawan PT Bumi Harapan Jaya (PTBHJ), perusahaan tambak udang di Desa Tambaksari Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat (KSB), dipastikan akan kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat.
Dengan alasan merugi, PTBHJ akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan orang karyawannya dalam waktu dekat. Rencana PHK itu telah dolaporkan manajemen BHJ ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KSB.
“Laporan BHJ, saat ini mereka hanya akan mengoperasikan 34 petak dari 134 petak tambak yang sebelumnya  dikelola. Untuk itu mereka hanya perlu sekitar 130 pekerja dari total sebanyak 290 pekerja yang dimiliki. Jadi sisanya akan di PHK,” ungkap Tohiruddin, Kasi Hubungan Industrial Disnaker KSB yang bertugas memediasj antara karyawan dengan manajemen PTBHJ, Senin 15 Mei 2017.
Kebijakan PHK, kata Tohir, dilakukan karena BHJ mengalami kerugian dalam tiga kali siklus panen.
“PHK belum dimulai, tapi BHJ akan melaksanakan kebijakan itu karena menurut manajemen itu satu-satunya solusi mengatasi kesulitan yang dialami,” imbuhnya.
Kepada Disnaker, manajemen BHJ mengaku sudah merugi sejak setahun terakhir. Namun saat itu, perusahaan masih bisa menyiasati sehingga karyawan yang mencapai 290 orang bisa tetap dipertahankan.
Saat gagal panen pertama mereka masih bertahan. Gagal panen kedua BHJ merumahkan sebagian karyawan dan setelah gagal ketiga kali ini, PHK menjadi solusi yang akan diambil.
Meski tetap akan beroperasi, kata Tohir, tidak semua petak tambak akan dikelola. Artinya jumlah pekerja yang dibutuhkan juga berkurang.
Untuk karyawan yang akan di PHK, BHJ menawarkan kompensasi. Bagi karyawan yang masih memiliki sisa kontrak 1 hingga 2 bulan akan dibayar sesuai sisa kontraknya, sementara yang memiliki sisa kontrak 3 bulan atau lebih akan diberi kompensasi 3 kali gaji.
“Selain itu mereka yang di PHK dijamin akan direkrut setelah kondisi perusahaan normal kembal sesuai kebutuhan tenaga kerja yang ada,” ujar Tohir.
Ia mengakui para karyawan masih keberatan atas tawaran yang diajukan manajemen BHJ. Terutama karyawan yang masih memiliki sisa kontrak di atas 3 bulan. Mereka menuntut agar bisa dibayar penuh sesuai sisa kontrak berikut uang Tunjangan Hari Raya (THR).
Karyawan juga tahu bahwa perusahaan merugi karena gagal panen. Mereka juga siap di PHK, tapi mereka tetap meminta hak-haknya dibayar sesuai ketentuan yakni perusahaan membayar penuh sesuai sisa kontrak.
Tohir mengaku berhati-hati dalam menangani persoalan ini. Pasalnya di satu sisi ada ketentuan sesuai perundangan yang harus dipenuhi perusahaan terhadap karyawan yang di PHK. Tapi di sisi lain, pihaknya harus juga memberikan jaminan kepada PTBHJ untuk keberlanjutan investasinya di daerah.
“Ini yang sedang kita mediasi. Perusahaan juga komit merekrut kembali karyawan yang di PHK jika usahanya sudah normal. Jadi kami cari jalan tengah, agar pekerja tetap medapat haknya dan investasi BHJ tetap jalan,” tandasnya.(EZ)
Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.