Wow..Belasan Pilot Paralayang Dunia Terbang di Mantar

KabarNTB, Sumbawa Barat – Belasan orang pilot paralayang dari seluruh dunia, mengunjungi ‘Negeri diatas awan’ Desa Mantar Kecamatan Poto Tano untuk melakukan penerbangan eksebisi sejak Rabu 10 Mei 2017.

Para pilot tersebut, kata Deden Zaidul Bahri, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) KSB, berasal dari Italia, Perancis, Jepang dan Singapura serta sejumlah pilot lainnya dari Indonesia.

“Total ada sebanyak 15 orang pilot yang datang. Mereka merupakan tim exebisi dari ACPA (Asian Continental Paragliding Asosiation) untuk persiapan pelaksanaan kejuaraan dunia XC Open juli mendatang,” ungkap Deden.

Diantara para pilot tersebut, ikut hadir Wakil presiden ACPA, Mr Nixon Ray. Rencananya Nixon Ray dan tim akan berada di Mantar sampai Minggu 14 Mei 2017. Selain melakukan penerbangan exebisi. kata Deden, tim juga melakukan survey tentang kondisi angin / cuaca serta membuat peta pelaksanaan lomba dan persiapan lainnya menyongsong pelaksanaan Mantar XC Open 2017 yang akan dihelat pada 18 – 24 Juli 2017 nanti.

XCross Country Open (XC Open) merupakan kejuaraan dunia yang selalu diikuti oleh atlet-atlet kelas dunia, sehingga site (lokasi) yang dipilih untuk penyelenggaraannya-pun harus berkelas dunia. Menurut Deden site Mantar merupakan salah satu site yang sangat mendukung dari segi lokasi, view dan kualitas angin.

“Di Indonesia site paralayang yang bisa digunakan untuk kejuaraan XC hanya ada di Palu, Wonogiri dan Mantar. Tahun lalu kejuaraan XC ini dilaksanakan di Palu,” sebutnya.

Kejuaraan dunia ini didukung penuh oleh ACPA (Asian Continental Paragliding Asosiation) dan Federasi Aerosport Indonesia (FASI). Oleh ACPA kegiatan ini dimasukkan menjadi salah satu event resmi tahunan mereka.

Sebagai tuan rumah, KSB, sambungnya, mengharapkan event tersebut dan kehadiran ratusan pilot asing dari seluruh dunia akan menjadi momentum untuk mempromosikan Mantar sebagai site paralayang kelas dunia.

“Kita berharap mereka bisa membantu mempublikasikan Mantar sebagai site paralayang dan juga potensi wisata lain. Dengan demikian kedepan kita berharap akan terjadi arus kunjungan wisata yang lebih baik ke KSB,” beber Deden.

Jika event XC ini sukses, rencananya akan digelar kejuaraan lebih bergengsi tahun 2018 mendatang, yaitu Pre PWC (Pre Paragliding World Cup) yang merupakan kejuaraan pra kejuaraan dunia paralayang. Setelah itu menyusul PWC (Paragliding World Cup).(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.