Perahu Nelayan yang Hilang di Selat Alas Ditemukan di Selat Lombok

KabarNTB, Sumbawa Barat – Perahu motor yang ditumpangi empat orang nelayan asal Desa Maluk yang telah dinyatakan hilang di perairan sekitar Selat Alas pada Minggu 16 juli 2017 lalu, akhirnya ditemukan.

Perahu berbahan fiber glass dengan mesin tempel sebagai pendorong itu ditemukan terapung oleh nelayan asal Labuhan Lombok, Kayangan Lombok Timur pemilik kapal penangkap ikan Kembar Jaya, disekitar perairan selat Lombok (antara Pulau Lombok dan Pulau Bali). (baca: kabarntb.com/sampai-hari-keenam-empat-nelayan-yang-hilang-di-selat-alat-masih-belum-ditemukan/)

Namun tidak satupun dari empat orang nelayan penumpang perahu tersebut, masing-masing Syamsul Bahri (pemilik perahu), Rusmayadi, Hendri dan Mesir, berada diatas atau disekitar area perahu ditemukan.

Sebenarnya perahu itu telah ditemukan pada hari Senin pagi 17 Juli 2017 lalu, atau sehari setelah Syamsul Bahri dan kawan-kawan dinyatakan hilang pada minggu 16 Juli 2017.

Menurut penjelasan Irham, salah satu ABK Kapal Kembar Jaya yang dihubungi KabarNTB Sabtu sore (22 Juli 2017), perahu itu ditemukan secara tidak sengaja, ketika ia dan ABK lainnya berniat mengangkat jaring. Ketika berputar diarea sekitar jaring dilepas, mereka melihat perahu tersebut dalam kondisi terapung (tidak terbalik) tetapi dipenuhi air.

Perahu yang ditumpangi empat nelayan yang hilang di Selat Alas, ditemukan di Selat Lombok dan saat ini berada di Kayangan Lombok Timur (Foto: Istimewa)

“Kami temukan sekitar jam 10 pagi dan kami perkirakan bahwa perahu itu milik nelayan yang mungkin terhempas gelombang. Tetapi tidak ada seorangpun diatas ataupun di area sekitar perahu. Sementara semua peralatan di perahu itu masih lengkap, hanya tutup box mesin tempel dan tutup box ikan yang hilang,” jelas Irham.

Karena merasa yakin bahwa perahu tersebut merupakan korban kecelakaan, Irham dan kawan-kawannya memutuskan melakukan pencarian terhadap pemilik perahu. Mereka menyusuri area sekitar perahu ditemukan selama dua hari, tetapi tidak membuahkan hasil. Irham mengaku kondisi cuaca pada hari saat perahu tersebut ditemukan sangat buruk.

“Gelombang dan angin kencang sehingga pencarian yang kami lakukan tidak ada hasil,” ungkapnya.

Pada hari Kamis 20 Juli 2017, kapal Kembar Jaya kembali ke Kayangan Lombok Timur  dan perahu itu dibawa serta dengan cara ditarik.

Setiba di Kayangan, baru pada pagi tadi (sabtu 22 Juli) perahu itu diangkat ke darat. Saat berada didarat inilah, seorang kerabat Syamsul Bahri (pemilih perahu yang ikut hilang) melihat perahu tersebut dan mengenalinya dari tulisan nama di lambung perahu yang bertuliskan ‘PITRIYANI’. Ia langsung melaporkan ke pihak keluarga di Maluk. Pihak keluarga di Maluk langsung melapor ke Polsek setempat perihal telah ditemukannya perahu dimaksud.

Kapolsek Maluk, Sumbawa Barat, melalui Kanit Intel Polsek setempat, Iptu Bambang Sugianto, kepada KabarNTB, Sabtu sore, mengatakan, begitu menerima laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan konfirmasi melalui Kepolisian di Kayangan untuk memastikan.

Dari ciri-cirinya, pihak Polsek Maluk memastikan bahwa perahu tersebut benar milik Syamsul Bahri yang digunakan berlayar menuju Tanjung Luar Lombok Timur, pada Sabtu malam 15 Juli lalu bersama tiga orang rekannya.

“Dari konfirmasi yang kami lakukan melalui Kepolisian di Kayangan, dibenarkan bahwa ada perahu yang ditemukan nelayan di Selat Lombok lalu ditarik ke Kayangan. Setelah melihat ciri-cirinya, kami pastikan bahwa itu memang benar perahu milik Syamsul Bahri,” ungkap Kanit Intel.

Pihak Polsek Maluk sendiri telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan pihak terkait lainnya untuk membawa kembali perahu tersebut ke Maluk.(Aw)

 

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.