Unggul di Survey LeKSI sebagai Calon Gubernur NTB, Fahri Hamzah Pilih Fokus di DPR

KabarNTB, Jakarta – Lembaga Kajian Suara Indonesia (LeKSI) telah merilis hasil survey yang menempatkan nama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sebagai tokoh dengan tingkat popularitas, tingkat penerimaan dan tingkat keterpilihan tertinggi untuk menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

Fahri Hamzah sendiri, menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada masyarakat NTB.

“Saya tentu mengapresiasi penghargaan masyarakat NTB kepada Saya. Respon masyarakat pada dasarnya merupakan gambaran pola hubungan timbal balik antara kerja kerja anggota DPR dengan basis konstituensinya. Penghargaan dan kepercayaan masyarakat ini adalah energi bagi Saya, terimakasih atas dukungannya dan doakan Saya tetap berani dan istiqomah,” ujar Fahri di komplek Senayan Jakarta, Jum’at.

Sebagaimana dilansir situs berita Rakyat Merdeka Online, bahwa LeKSI melakukan survey untuk mencari pengganti Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi (TGB).

Dalam Survey tersebut Popularitas Fahri di NTB mencapai 47,2 persen. Disusul oleh aktivis terduga makar, M Hatta Taliwang dengan 43,2 persen. Selanjutnya ada H Ali bin Dahlan (Ali BD) dengan 34,5 persen, Zulkiflimansyah dengan 31,2 persen, HM Suhaeli FT dengan 30,0 persen, Irjen Pol (Purn.) Farouk Muhammad dengan 29,3 persen, H. Muhammad Amin dengan 27,5 persen, H. Achyar Abduh dengan 25,0 persen, dan Lalu Gede Sakti dengan 22,0 persen.

Popularitas Fahri ini juga berbanding lurus dengan tingkat penerimaan masyarakat. Untuk menjadi cagub NTB, Fahri Hamzah memiliki tingkat akseptabilitas paling tinggi, yaitu 51,2 persen. Menyusul kemudian H. Ali bin Dahlan dengan 46,2 persen, M. Hatta Taliwang dengan 42,2 persen, Zulkiflimansyah 40,2 persen, Farouk Muhamad 40,1 persen, HM Suhaiki FT 36,3 persen, Muhamad Amin 31,2 persen, H .Antar Abduh 28,3 persen, dan Lalu Gede Sakti 27,3 persen.

Pada tingkat keterpilihan sebagai Gubernur NTB, Fahri juga unggul dengan tingkat elektabilitas yang paling tinggi dan dipilih oleh 25,7 persen Masyarakat NTB, sedangkan urutan kedua adalah M Hatta Taliwang dengan 17,3 persen.

Survei tersebut dilakukan mulai 8 Juni hingga 20 Juni terhadap 1.815 warga NTB dari DPT Pilpres 2014 sebanyak 3.487.382 pemilih yang pada tahun 2018 memiliki hak pilih.

Ditanya apakah Wakil Ketua DPR yang terkenal sebagai macan parlemen dan sekaligus sebagai aleg dengan perolehan suara terbanyak di NTB serta perolehan tertinggi nasional di Partai PKS akan ikut ambil bagian dalam kancah pemilihan Gubernur NTB, Fahri menanggapi dengan santai.

“Suara masyarakat NTB telah mengamanahkan Saya untuk menjadi anggota sekaligus pimpinan DPR RI sampai tahun 2019. Saya akan fokus menjaga amanah itu dan memperjuangkan pembangunan di daerah pemilihan Saya NTB sesuai dengan rel yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan,” katanya.

Sementara ketika dikonfirmasi secara terpisah, Poetra Adi Soerjo tangan kanan Fahri yang kini menjabat sebagai Stafsus Pimpinan DPR RI, mengakui bahwa memang banyak Partai Politik dan tokoh yang mendorong agar Fahri turun Gunung ke NTB dalam pemilihan Gibernur. Dorongan dan dukungan itu juga datang dari berbagai komunitas masyarakat baik di daerah maupun di pusat.

“Ada banyak sekali masyarakat, tokoh dan juga parpol yang mendorong dan mulai melakukan komunikasi, namun sementara ini kami sedang fokus bekerja menyelesaikan masalah masalah besar di republik dalam posisi pimpinan lembaga pengawas tertinggi di republik,”.

“Tentang pencalonan sebagai Gubernur di NTB kita lihat saja nanti, kekuasaan itu dalam Islam adalah suratan takdir, Allah yang memberi kuasa dan Allah yang mencabut kuasa, kita tak bisa mengelak jika memang untuk itu kita dicipta, kita hanya bisa berkata bima qodarallah,” ujar Suryo diplomatis.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.