Proyek Tak Dikerjakan, Anggaran Cair 100 Persen, Jaksa Segera Tetapkan Tersangka

KabarNTB, Sumbawa – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka kasus korupsi proyek fiktif pembangunan bronjong di Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Sumbawa Barat tahun 2016.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa,  melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus), AA Raka Putra Dharmana, kepada wartawan Senin, 7 Agustus 2017 menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi calon tersangka proyek fiktif tersebut.

“Calon tersangkanya sudah ada, hanya untuk saat ini belum bisa kami sebutkan (masih dirahasiakan) dikarenakan para saksi belum selesai diperiksa,” ungkapnya.

Raka sapaan akrab Kasi Pidsus menjelaskan, pihaknya pada senin, melakukan pemeriksaan terhadap Arief sebagai Ketua Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Penataan Pemukiman KSB.

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, AA Raka Putra

“Pemeriksaan seputar pekerjaannya selaku ketua PPHP dalam proyek bronjong fiktif tersebut.” ungkapnya.

Dijelaskan, terkait kasus ini Kejaksaan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi dari 15 saksi yang rencananya akan diperiksa.

“Dari 15 orang saksi baru 11 orang sudah diperiksa. Sedang dua orang saksi lainnya mangkir dari panggilan karenasakit. Dua orang tersebut yakni MD dan AG,” imbuhnya.

Seperti diketahui kasus dugaan korupsi proyek bronjong fiktif di Desa Mura Kecamatan Brang Ene KSB, NTB, bernilai Rp 92.800.000 dan saat ini menjadi per‎hatian masyarakat. Pasalnya kasus ini mencuat setelah  seluruh anggaran dicairkan, tetapi pekerjaan tidak dilaksanakan sama sekali.

Selain Kejaksaan, Pihak penyidik Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa Barat, juga menangani kasus ini dalam  delik pemalsuan tandatangan. Pelaku dalam dalam kasus ini diduga memalsukan tandatangan belasan orang pejabat di lingkup Dinas Pekerjaan Umum KSB, mulai dari pengawas lapangan hingga kepala Dinas.

Pihak penyidik Polres KSB telah memeriksa 16 orang saksi dan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri di Denpasar. Ke 16 orang saksi itu juga telah diambil sample tandatangan mereka untuk dilakukan uji laboratorium untuk dicocokan dengan tandatangan dalam dokumen yang digunakan untuk mencairkan anggaran proyek dimaksud.(Yus).

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.