Rastra Dikembalikan karena Ada Butiran Kuning, Bulog : ‘Itu Sudah Sesuai Aturan’

KabarNTB, Sumbawa — Pemerintah Desa Lantung Padesa, Kecamatan Lantung, Sumbawa dan masyarakat penerima di desa itu, mengembalikan beras sejahtera (Rastra) yang disalurkan Perum Bulog Sub Divre Sumbawa, karena kualitas yang dinilai tidak baik dan beras bercampur butiran berwarna kuning.

Kepala Bulog Sub Divre Sumbawa, Lalu Tawang didampingi Kasi Pelayanan Publik, Syamsuddin kepada wartawan di ruang kerjanya  Rabu 2 agustus 2017,  membenarkan adanya pengembalian beras yang dilakukan oleh pemerintah desa Lantung Padesa dan masyarakat setempat.

“Terkait kejadian di Desa Lantung Padesa, permasalahan tersebut telah terselesaikan. Petugas pendistribusian telah menukar beras-beras tersebut dengan beras lain langsung di lokasi,” jelas Lalu Tawang.

Beras Sejahtera yang dikembalikan warga karena mengandung butiran kuning

Namun ia menyatakan, sebenarnya penyaluran Rastra tersebut sudah sesuai aturan  berlaku, dimana beras butiran kuning dalam aturan penerimaan harus ada maksimal 3 persen dalam 100 Kg. Jika lebih dari itu maka akan dilakukan kroscek ulang.

“ Untuk diketahui, persayaratan Rastra yang akan disalurkan harus terdapat 3 persen warna kuning dalam beras medium dan jika lebih dari itu, maka akan dilakukan sortir ulang. Namun kebanyakan yang terjadi selama ini, kerusakan beras tersebut akibat lamanya pengelolaan,” ungkapnya.

Lalu Tawang menghimbau kepada masyarakat penerima Rastra untuk tidak menganggap beras berwarna kuning sebagai beras yang tidak layak konsumsi. Karena ada standar yang diberlalukan terkait kualitas beras Rastra.

“Butir kuning tersebut biasanya terjadi pada saat panen gabah yang diakibatkan oleh beberapa faktor,” imbuhnya.

Ia mengakui, saat ini pihaknya belum bisa untuk menghilangkan warna kuning tersebut lantaran belum adanya alat pengelolaan.

”Kalau di Sumbawa atau di NTB tidak ada pabrik penggilingan yang mempunyai alat untuk mensorrtir warna kuning tersebut dan kedepan akan diusahakan untuk diadakan di Sumbawa,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Jumlah pendistribusian beras di Lantung Padesa setiap bulan mencapai 600 kg dan pengirimannya dilakukan setiap 3 bulan (1.800 kg) dengan total  per tahun mencapai 10 ton.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.