Kantor Layanan TKI Satu Pintu Diresmikan di Sumbawa

KabarNTB, Sumbawa – Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu daerah kantong Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terbesar di Provinsi NTB. Karena itu, di Sumbawa dibentuk instansi Layanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LTSP-P2TKI).

LTSP – P2TKI Kabupaten Sumbawa yang berlokasi di UPTD LLK Labuhan Sumbawa itu, diresmikan pada Kamis 21 desember 2017.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, Syafruddin Nur, pada acara peresmian, mengatakan, keberadaan LTSP-P2TKI untuk memberikan pelayanan penempatan dan perlindungan kepada TKI secara terpadu dan terintegrasi dalam satu pintu dengan prinsip cepat, mudah, murah, dan aman tanpa diskriminasi.

Ia berharap masyarakat luas dapat mengetahui dan memanfaatkan keberadaan LTSP-P2TKI Kabupaten Sumbawa

“Keberadaan LTSP-P2TKI nantinya dapat mencegah adanya pemalsuan dan manipulasi identitas TKI, memotong rantai birokrasi, dan mencegah praktek percaloan Tenaga Kerja Indonesia,” jelasnya.

Wakil Bupati Sumbawa, H Mahmud Abdullah menandantangani prasasti peresmian LTSP-P2TKI Sumbawa

Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa, H Mahmud Abdullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa bekerja di luar negeri adalah hak warga negara dan pemerintah hadir untuk melindungi hak tersebut.

Namun yang terjadi selama ini masih saja ditemukan TKI yang berangkat non-prosedural.

“Hal itu disebabkan masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur penempatan dan perlindungan TKI, terbatasnya akses informasi pasar kerja dalam dan luar negeri, maraknya praktik percaloan dan praktik migrasi tradisional,” ungkap Wabup.

Sementara terkait upaya meningkatkan perlindungan terhadap TKI terkait permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul, salah satunya melalui LTSP yang ditujukan untuk perbaikan tata kelola Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

LTSP-P2TKI merupakan penyatuan seluruh instansi pelayanan terhadap dokumen TKI, baik pemerintah maupun swasta dalam satu lokasi dan satu atap dengan melibatkan unsur/instansi terkait, seperti Imigrasi, Disnaker, Dukcapil, Dinkes/RSU , Polri dan BP3TKI.

Wabup berharap keberadaan LTSP dapat memberikan kemudahan dan kepastian dalam pelayanan penempatan TKI, sebab setiap warga negara memiliki hak untuk memilih pekerjaannya baik itu di dalam maupun di luar negeri.

Ditempat yang sama, Kasubdit Penempatan Ketenagakerjaan Luar negeri Kementerian ketenagakerjaan, Edi Puji Mulyono menambahkan, LTSP P2TKI merupakan wujud komitmen agar pemerintah memberikan kemudahan, kepastian dan keamanan dalam proses pelayanan penempatan dan perlindungan TKI.

“Mengingat yang terjadi selama ini layanan sangat terbatas, berbelit, lama, banyak Calo, dan biaya yang tidak transparan yang dapat berakibat banyak sekali TKI illegal dan tidak terdata sehingga sulit penanganannya,” katanya.

Dari data SISKO-TKLN sebanyak 38.308 TKI berangkat ke luar negeri dari Wilayah Sumbawa selama Periode tahun 2011-2016. Sedangkan khusus Kabupaten Sumbawa yang berangkat sebanyak 20.891 TKI, sehingga dapat dikatakan bahwa Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu daerah kantong TKI terbesar dari NTB.

“adanya LTSP-P2TKI Pemerintah dapat melayani masyarakat khususnya calon TKI dan di tuntut untuk benar-benar melakukan pelayanan sebaik-baiknya di pulau Sumbawa,” ungkapnya.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.