Puluhan Warga Mantun Pertanyakan Transparansi Pengelolaan APBDes

KabarNTB, Sumbawa Barat – Puluhan warga Desa Mantun, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat , Rabu 13 desember 2017, mendatangi balai Desa setempat untuk menuntut transparansi penggunaan Dana APBdes.

Dalam pertemuan dengan Kepala Desa dan perangkatnya, Babinsa dan Babinkamtibmas, warga meminta tim pengelola kegiatan (TPK) proaktif berkomunikasi kepada warga dalam pengelolaan program yang dialokasikan dari uang negara itu.

Salah satu warga, Rony Munir, mengatakan kedatangan warga ke Balai desa untuk mempertanyakan penggunaan APBdes daari Akokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang selama ini dirasa kurang terbuka.

“Kami datang kesini karena permasalahan penggunaan Dana Desa yang kurang transparan. Hanya cara inilah, mendatangi balai desa beramai-ramai yang bisa kami lakukan agar ada perbaikan. Agar segala yang akan di laksanakan desa ada kordinasi dengan BPD dan Masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan warga Mantun dengan Kades dan Perangkat Desa

Warga juga mempertanyakan transparasi penggunaan anggaran yang selama ini disebut kurang kordinasi antara kepala desa dengan BPD.

“Bagaimana mau berjalan dengan baik sedangkan Kepala Desa dan BPD selalu terjadi miskomunikasi, begitupun dengan warga.” ujar warga lainnya.

Dalam pertemuan itu warga juga mempertanyakan soal pengerjaan proyek desa, laporan dan administrasi desa, serta dugaan adanya oknum agent PDPGR di desa setempat yang menerima bantuan ternak.

 

Kedatangan warga ditemui Kepala Desa dan sejumlah perangkat desa lainnya.

Ketua TPK Desa Mantun, Siswanto, menjelaskan, terkait masalah anggaran desa, Laporan admistrasi dan lain-lain yang menurut masyarakat tidak transparan, adalah pekerjaan Sekdes yang membuat laporan dan administrasi.

“Datanya juga lengkap diatas meja tinggal masyarakat lihat. Terkait koordinasi, masyarakat sering ke Kantor Desa, duduk ngopi dan itu juga bisa disebut koordinasi,”  ujar Siswanto.

Ia juga menjelaskan mengenai anggaran yang tercantum dalam baliho informasi program/proyek desa. Ia menyatakan informasi itu bersifat umum, agar masyarakat dapat memberi masukan dan mengoreksi jika ada kekeliruan.

“Peran masyarakat penting, karena Kepala Desa tidak cuman itu yang harus diurus. Demikian pula masalah pekerja proyek desa, kami sebelumnya sudah mencari pekerja dari masyarakat Mantun sampai dua hari. Tetapi warga tidak ada yang mau bekerja alasanya ada yang kerja di Shutdown, musim hujan dan pergi Ke sawah dan lain-lain. Sedangkan anggaran ini harus cepat dikerjakan karena akhir tahun, jadi  kami pekerjakan orang luar desa ,”  urainya.

Semsntara Bahctiar, Kadus Mantun Barat, membantah adanya agent PDPGR yang di tuding masyarakat mendapatkan bantuan ternak Sapi dan Kambing.

“Itu tidak benar dan saya berani jamin karena kami bekerja sesuai prosedur,” cetusnya.(AW)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.