Tim Opgab Illegal Logging Lepas Dua Truk Kayu Sitaan

KabarNTB, Sumbawa – Tim Operasi Gabungan (Opgab) Illegal Loging Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) melepas dua dari total sebanyak 40 truk kayu yang berhasil diamankan dalam operasi, karena terbukti bukan kayu hasil illegal loging.

Pembebasan dua truk kayu itu dilaksanakan Senin 11 Desember 2017 dengan serah terima barang bukti.

Dua truk kayu tersebut dibebaskan karena hasil penyidikan dan lacak balak serta pembuktian beberapa dokumen, tidak terbukti bersalah.

Dandim 1607 Sumbawa Melalui Pjs Pasi Intel Kodim Letda Inf Ikhsan Mashuri, usai serah terima barang bukti, menjelaskan, pihak Kodim sebagai Satgas hanya membantu pemerintah daerah sesuai SK Gubernur.

“Kodim hanya menjadi lokasi penitipan dan tidak ada hak untuk mempersulit proses,” ujarnya.

Serah terima dokumen dan barang bukti dari Tim Opgab kepada pemilik kayu

Pihaknya akan mengeluarkan barang Bukti tersebut apabila sudah melalui beberapa proses dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Dua truk kayu yang dibebaskan itu, masing -masing atas nama Sudirman asal Lenangguar pemilik kayu Rajumas sebanyak 6 kubik lebih. Kayu dimaksud terbukti diambil dari luar kawasan dari hasil lacak balak dan tes tonggak dan dinyatakan kayu legal.

“Sementara truk yang satunya atas nama Rosihan dari alas sebanyak 12 kubik lebih kayu Sonokling,” jelasnya.

Ditempat yang sama Kepala BKSDA Wilayah II Sumbawa NTB, Arap SP, membenarkan bahwa kayu sonokling yang sempat diamankan tersebut berada di lokasi luar kawasan atau ditanah milik.

“Karena ini kerja Tim dan jika ditemukan tidak terjadi masalah maka akan dibebaskan,” ungkapnya.

Sementara Kepala KPH Puncak Ngengas Batu Lanteh, Julmansyah, memaparkan, jenis kayu sonokling seperti yang dibebaskan itu, merupakan jenis tanaman apendik II yang peredarannya di control. Soal lamanya penyelesaian kasus, dimaksud, katanya, lantaran adanya proses verifikasi yang memakan waktu.

“Dari hasil verifikasi ini, jika terbukti di luar kawasan akan di serahkan ke pemilik dan jika terbukti di dalam kawasan maka akan diproses hukum,” jelas Julmansyah.

Sejauh ini, sambung Julmansyah, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan untuk tahun 2017 ini pihaknya berhasil menyelesaikan beberapa kasus termasuk yang sudah P21 di Reskrim Polres Sumbawa sebanyak dua kasus dan selebihnya proses diambil alih oleh penyidik PPNS LHK Propinsi.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.