Proyek Irigasi Rp 9 Miliyar Molor, FPPK Lapor ke Kejaksaan

KabarNTB, Sumbawa – Front Pemuda Peduli Keadilan Pulau (FPPK) Sumbawa melaporkan proyek rehabilitasi saluran Bendungan Batu Bulan Tahun 2017 ke Kejaksaan Negeri Sumbawa pada Rabu 3 Desember 2017.

Proyek senilai Rp 9 miliyar itu tidak selesai dikerjakan sampai akhir tahun 2017 lalu dan saat ini masih dikerjakan setelah diberikan penambahan waktu selama 50 hari.

“Proyek ini dikerjakan mulai 1 Maret dan harusnya selesai pada September. Tapi ada perpanjangan waktu sampai 31 Desember 2017. Namun hingga kini belum juga selesai,” sesal Ketua FPPK Pulau Sumbawa, Abdul Hatap, kepada media usai melapor ke Kejaksaan.

Ia menjelaskan, FPPK telah turun ke lokasi proyek di wilayah Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu dan mendapati bahwa proyek itu baru dikerjakan sepanjang 200 meter. Sementara sisanya masih belum dikerjakan.

Proyek rehab saluran irigasi bendungan Batu Bulan Sumbawa yang belum selesai dikerjakan

Pihaknya, kata Hatap, juga sempat meminta draf pengerjaan proyek tersebut untuk mengetahui volume proyek.

“Tapi pelaksana di lapangan mengatakan draf tersebut bersifat rahasia,” ungkapnya.

Dijelaskannya, proyek rehab saluran tersebut dananya bersumber dari APBN Tahun 2017 melalui Balai Wilayah Sungai (BWS NT1) dengan pemenang tender PT Suar Karya Utama.

Akibat belum selesainya proyek tersebut, kata Hatap, masyarakat di wilayah tersebut sangat dirugikan. Apalagi saat ini kebutuhan petani akan air dalam menghadapi musim tanam pertama ini sangat penting.

“Ada beberapa ketua kelompok tani di wilayah Pernek dan sekitarnya yang melaporkan kondisi tersebut. Mereka khawatir akan gagal tanam jika lahan mereka tidak mendapatkan pasokan air akibat adanya proyek tersebut,” ungkapnya.

FPPK menduga keras bahwa proyek itu sarat praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) antara Kontraktor dan PPK yang mengakibatkan molornya waktu penyelesaian.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Sumbawa AA Raka Putra Darmana, yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan, dirinya masih menunggu disposisi dari Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa untuk menindaklajuti laporan tersebut.

“Apakah di turunkan kepada Tim Intel atau Pidsus untuk menangani, kita tunggu disposisinya dari pak Kajari,” ujarnya.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.