FPKS DPRRI Perkuat Usulan Gempa Lombok Jadi Bencana Nasional

KabarNTB, Mataram  РSetelah menginstruksikan penggalangan dana Anggota Fraksi PKS DPR, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyerahkan langsung bantuan Fraksi PKS DPR untuk korban gempa NTB.

Sesuai janjinya kala itu, Jazuli Juwaini menyerahkan gajinya bulan Agustus untuk korban gempa. Ia juga menyerahkan bantuan hasil donasi seluruh Anggota Fraksi PKS DPR.

“Bismillah, hari ini Fraksi PKS DPR menyerahkan bantuan untuk korban gempa NTB antara lain berupa 20 tenda, paket sembako, dan perlengkapan mandi, dan lain-lain,” kata Jazuli.

Menurut Anggota Komisi I DPR-RI ini, bantuan ini adalah bentuk empati dan kepedulian seluruh Anggota Fraksi PKS DPR atas saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa. Ia berharap bantuan Fraksi PKS ini dapat bermanfaat dan meringankan kebutuhan para korban yang saat ini masih membutuhkan banyak uluran tangan. Jazuli bersama tim dan didampingi Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi NTB Johan Rosihan.

Anggota Fraksi PKS DPRRI, Jazulli menyerahkan bantuan kepada para korban di lokasi bencana gempa Lombok

“Hari ini saya datang langsung bekerja sama dan didampingi oleh Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi NTB Bapak Johan Rosihan selain untuk menyerahkan bantuan, juga untuk melihat langsung kondisi korban, penampungan pengungsi dan penanganan korban gempa secara umum oleh Pemerintah maupun Pemda. Kita juga ingin mendengar langsung aspirasi dan harapan masyarakat termasuk pemda terhadap proses tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Jazuli menyatakan bahwa Fraksi PKS DPRD NTB sudah mengusulkan musibah gempa ini sebagai Bencana Nasional. Fraksi PKS Pusat, tegas Jazuli, akan menguatkan usulan ini kepada Pemerintah Pusat, sambari berharap agar Pemerintah Daerah tidak ragu atau gengsi mengusulkan bencana nasional. Yang terpenting, dengan status tersebut upaya penyelamatan korban, rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berlangsung baik dan cepat dengan dukungan optimal dari Pemerintah Pusat.

Seluruh aspirasi dan harapan ini, lanjut Anggota DPR Dapil Banten ini, akan dibahas dan diformulasikan bersama di DPR sebagai bahan dan masukan bagi Kementerian terkait agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan dengan baik dan maksimal.

“Aspirasi dan harapan masyarakat serta pemda akan kami sampaikan langsung kepada Pemerintah sesuai kewenangan yang kami miliki dan sebagai upaya untuk mendorong kinerja tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif. Ini yang terpenting,” katanya.

*Prioritas Penanganan dan Kebutuhan Korban*

Ketua Fraksi PKS mengapresiasi upaya penanganan tanggap darurat gempa yang telah dilakukan oleh Pemda, Pemerintah Pusat, para relawan dan donatur yang sampai saat ini bantuannya terus mengalir ke NTB. Meski demikian, ia mendesak Pemerintah agar dalam mengkoordinasikan bantuan dilakukan secara merata dan menyeluruh, apalagi Presiden Jokowi telah datang langsung meninjau lokasi.

“Pantauan kami di lapangan beberapa lokasi belum tersentuh bantuan. Jadi kami minta distribusi bantuan merata dan menyeluruh. Jangan sampai tempat-tempat yang didatangi Presiden, misalnya cepat dibantu, sementara tempat lain lambat. Tempat-tempat yang tidak dikunjungi Presiden pun tetap harus mndapat bantuan seperti MCK dan perlengkapan mandi, obat-obatan, serta kebutuhan bahan pokok lainnya,” pintanya.

Hasil inventarisir melalui serap aspirasi korban gempa, problem yang dihadapai oleh korban terdampak bencana meliputi kebutuhan antara lain, kebutuhan pokok untuk makan sehari-hari, kebutuhan tenda, fasilitas MCK dan perlengkapan mandi, kebutuhan obat-obatan dan layanan medis, kebutuhan peralatan dan bantuan tenaga untuk merobohkan bangunan yang runtuh dan membersihkan puing-puing, serta kebutuhan bantuan untuk membangun kembali rumah warga.

“Solidaritas, empati dan kepedulian kita terhadap korban gempa NTB dan sekitarnya luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa bangsa kita memiliki rasa kemanusiaan dan gotong royong yang tinggi. Atas nama Fraksi PKS kami bangga dan mengapresiasi!,” pungkas Jazuli.

Sekedar informasi, berdasarkan data update sementara dampak gempa bumi Lombok tanggal 13 Agustus 2018 yang dihimpun oleh media ini dari pihak BNPB, sebanyak 436 jiwa meninggal dunia (MD).

Dirincikan dari total MD tersebut, yaitu meliputi Lombok Utara 374 orang, Lombok Barat 37 orang, Lombok Timur 12 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Tengah 2 orang dan termasuk di Provinsi Bali ada 2 orang. Sedangkan yang mengalami luka-luka berjumlah 1.353 orang serta 352.736 pengungsi. Adapun tercatat sebanyak 543 terjadinya gempa susulan.(VR)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.