Gempa di KSB : Satu Meninggal, Jalan Dalam Kota Dipenuhi Tenda Darurat

KabarNTB, Sumbawa Barat – Gempa bumi yang mengguncang NTB pada Ahad malam 19 Agutus 2018, menyisakan trauma mendalam bagi warga kabupaten Sumbawa Barat KSB. Sampai siang ini, warga masih bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan di tanah lapang, sepanjang jalan, bahkan ditengah areal persawahan.

Bahkan hampir seluruh jalan Lingkungan dalam kota Taliwang dipadati oleh tenda tempat warga mengungsi. Warga masih takut untuk kembali atau masuk kedalam rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.

Sampai dengan senin siang 20 Agustus 2018, korban jiwa akibat gempa berkekuatan 7.0 SR itu tercatat satu orang atas nama Saidari Ayu, warga Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk. Korban meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa berlangsung.

Warga Kota Taliwang, Sumbawa Barat memilih menetap di tenda-tenda darurat di tengah jalan pasca gempa ahad malam

Selain itu, sampai siang ini terdapat belasan orang pasian yang mengalami luka-luka dan patah tulang akibat gempa yang dirawat di tenda darurat di depan RSUD Asy Syfa Taliwang. Sejak tadi malam, seluruh pasien RSUD diungsikan dan dirawat di dalam tenda didepan rumah sakit.

“Hingga sekarang jumlah rumah yang roboh dan kerugian materi lainnya masih dilakukan pendataan. Sementara untuk korban jiwa, masih terdata satu orang di Kecamatan Seteluk,” ujar Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin kepada KabarNTB via pesan Whatsap, Senin siang.

Meski dirinya juga ikut mengungsi pasca gempa, Wabup Fud Syaifuddin pada Senin pagi menyempatkan diri menjenguk para pasien maupun korban gempa yang dirawat di tenda di depan RSUD Asy Syfa. Kapada para pasien dan korban yang dirawat, Wabup memberi motivasi untuk tetap bersabar atas ujian yang diterima. Ia juga mendoakan agar para pasien dan korban cepat sembuh dan musibah yang terjadi bisa segera berlalu dan masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti biasa.

Pada Ahad malam pasca gempa, Wabup atas nama pemerintah daerah juga menginstruksikan seluruh sekolah di KSB untuk diliburkan sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.

Sampai berita ini diturunkan, proses pendataan korban dan infrastruktur yang rusak akibat gempa masih didata. Namun diperkirakan ada ratusan rumah dan beberapa fasilitas umum yang rusak parah, termasuk Puskesmas Seteluk yang hampir ambruk total.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.