Survey MY Institute : Kepercayaan Masyarakat NTB untuk Caleg Muda Diatas 40 Persen

KabarNTB, Sumbawa – Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari kalangan muda khususnya yang baru terjun ke Politik, di Pemilu 2019 mendatang, tidak perlu merasa rendah diri. Dari survey yang dilaksanakan Moment of Youth Institute (MY Institute) menunjukkan, tingkat kepercayaan masyarakat kepada para politisi muda yang mencadi Bacaleg baik di DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi dan DPR RI, dukup tinggi, bahkan melampaui angka 40 persen.

Meski dari segi persentase masih kalah dari para Bacaleg yang sudah tua (berpengalaman, termasuk incumben/petahana), namun survei politik yang pada periode Juni-Agustus 2018 yang bertema “Penilaian Masyarakat NTB terhadap Sosok Calon Legislatif yang akan Bertarung Pada Pileg 2019 Mendatang” oleh MY Institute itu menunjukkan, untuk Caleg Legislatif daerah (Kabupaten / kota) tingkap kepercacayaan masyarakat terdahap politisi muda mencapai angka 40,8 persen. Sedangkan untuk caleg muda di DPRD Provinsi tingkat kepercayaan masyarakat mencapai 40,7 persen. Demikian pula tingkat kepercayaan masyarakat untuk Caleg muda yang akan bertarung untuk kursi DPR RI, tingkat kepercayaannya mencapai 40,5 persen.

Hasil survey MY Institute tentang tingkat kepercayaan masyarakat NTB untuk Bacaleg dari kalangan usia tua dan usia muda

Sementara untuk Bacaleg yang sudah tua tingkat kepercayaan dari masyarakat untuk DPRD Kabupaten/Kota mencapai 76,3 persen, untuk DPRD Provinsi diangka 76,1 persen dan untuk DPRRI diangka 76,3 persen.

Direktur MY Institute, Miftahul Arzak, S.Ikom., MA menjelaskan, survei ini menggunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error 2,6%, tingkat kepercayaan 95% dan mendapatkan 1200 responden yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota Se-Nusa Tenggara Barat.

Ia memaparkan, pembicaraan tentang status usia, terutama terkait anak muda dan orang tua mulai senter dibicarakan sejak beberapa pekan ini. Terutama ketika mencuat nama Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Bakal Calon Wakil Presiden Mendamping Prabowo Subianto dan nama K. H. Ma’ruf Amin yang akan mendampingi Ir H. Joko Widodo pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 mendatang. Nama keduanya selalu dibanding-bandingkan, terutama terkait status usia. Sandiaga Uno yang dikaitkan dengan sosok politisi muda nan enerjik selalu dibandingkan dengan sosok Ma’ruf Amin yang lebih tua dari dirinya.

Dalam konteks pemilihan legislatif, nama-nama Bakal Calon Legislatif dari tingkat daerah hinga DPRRI di wilayah NTB telah digodok oleh Komisi Pemilihan Umum NTB maupaun di daerah-daerah. Beberapa nama nama bakal calon telah tersiar di beberapa media sosial. Terlebih dari beberapa calon legislatif banyak muncul nama-nama baru dari berbagai partai politik. Diantaranya ada yang membawa gagasan anak muda dan ada juga yang memang masih tergolong muda secara usia.

Miftah menjelaskan, latar belakang dilaksanakannya survey dimaksud karena sosok anak muda yang baru saja terjun di dunia politik dan baru mengikuti kontestasi perpolitikan di tingkat daerah maupun di nasional dianggap masih minim pengalaman oleh sebagian masyarakat NTB. Inilah yang akhirnya menjadi titik acuan masyarakat menilai bahwa sosok orang tua selalu dikait-kaitkan dengan sosok yang lebih berpengalaman di dunia politik sehingga lebih mudah diterima oleh pemilih. Sedangkan sosok anak muda yang baru terjun pada dunia politik pada pileg 2019 mendatang dianggap masih kurang diminati oleh masyarakat NTB.

“Kami dari MY Institute mencoba menyorot penilaian masyarakat NTB terkait Status Usia yang selalu dikaitkan dengan pengalaman calon legislatif. Ini menarik, terlebih momentum pergerakan anak muda telah terdengar dari seluruh penjuru Indonesia di bidang politik sejak dahulu. Menanggapi penilaian masyarakat, saya pribadi menganggap ini tidaklah linear. Anak muda tidak bisa seratus persen kita anggap tidak berpengalaman dari calon-calon yang lebih tua dari mereka secara usia. Terutama Sejarah Indonesia mencatat, beberapa tokoh kemerdekaan umur-umurnya di bawah 45 tahun dan mereka sudah mampu membawa Indonesia ke gerbang kemerdekaan,” urainya.

Namun demikian, kata Miftah, para calon legislatif dari golongan anak muda harus memahami bahwa inilah realitas dan penilaian di masyarakat.

“Kini, menjadi tantangan bagi calon legislatif dari kelompok muda, siap memperkenalkan dirinya di publik atau berdiam diri melihat realitas survei bahwa mereka masih susah diterima oleh masyarakat,” timpalnya.

Untuk diketahui, Kategori anak muda (Dewasa awal- Dewasa Akhir) Menurut Kementerian Kesehatan RI (2009) berada pada rentang umur 26-45 tahun.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.