Tiga Jembatan Putus, Puluhan Titik Jalan Longsor, Talonang Terisolir

KabarNTB, Sumbawa Barat – Desa Talonang, SPIII Kecamatan Sekongkang terisolir dan tidak bisa dijangkau kendaraan. Hujan lebat yang terjadi sejak Sabtu hingga Ahad 3 Nopember lalu, menyebabkan jembatan penghubung menuju Talonang Baru putus.

Setidaknya terdapat tiga unit jembatan yang putus akibat diterjang banjir bandang. Jembatan itu antara lain Jembatan Brang Bodo, Jembatan Tatar Loka dan jembatan limpas antara Blok Tatar dan Liangtse.

Salah satu jembatan di Jalur menuju Desa Talonang Baru yang putus diterjang banjir bandang

“Beberapa bagian badan jalan dari Ai Keru hingga Kokar Geronong mengalami longsoran hebat sehingga ukuran badan jalan menyempit. Selain itu, ada 9 titik terdapat pohon tumbang dan menghalangi jalan,” ungkap Muhammad Rizal S.Sos M.AP, pemerhati pembangunan desa dari Lembaga Riset dan Pengembangan Desa (RiPeD), kepada KabarNTB, Selasa 6 Nopember 2018.

Rizal yang telah turun langsung ke lokasi, mengharapkan pemerintah untuk segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi dampak bencana tersebut.

“Pemerintah daerah perlu segera ambil tindakan karena akibat bencana ini akan berdampak secara ekonomi, memutus jalur distribusi barang dan layanan pemerintahan di sana,” sebut pegiat LSM yang intens melaksanakan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat itu.

Selain itu, Rizal juga menghimbau PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) sebagai perusahaan nasional yang mempunyai kepentingan terhadap akses jalan wilayah selatan tersebut untuk melakukan perbaikan sementara sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat Desa Talonang Baru.

“Inilah saatnya, perusahaan menunjukkan kepeduliannya membantu pemerintah dan masyarakat agar tidak berlarut dalam keterisolasian,” pungkas Rizal.

Sementara Kepala Desa Talonang Dedi Juanda yang dihubungi terpisah, menyatakan hingga saat ini desa yang dipimpinnya masih terisolir.

“Aktifitas ekonomi masyarakat juga masih lumpuh karena arus transportasi putus. Begitu juga pelayanan kepada masyarakat di kantor desa. Jalur ini yang putus ini merupakan satu-satunya akses kami menuju kecamatan dan kabupaten,” ungkap Kades Dedi.

Ia menjelaskan selain jembatan putus, ada banyak titik longsor yang terjadi. Ia mencatat tiga titik yang paling parah dengan kondisi jalan yang tertimbun material longsoran hingga sepanjang 200 meter.

“Salah satunya di tanjakan Naga, sebagian badan jalan amblas dan sebagian lagi tertutup longsoran,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera turun tangan menanggulangi bencana ini agar aktifitas ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat bisa kembali normal.

“Saat ini satu-satunya akses hanya melewati Lunyuk Sumbawa. Dan itu sangat jauh dan tidak efisien,” demikian Dedi.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.