Gugatan Proyek Jembatan Lang Sebunga, Kadis PUPRPP KSB : 703 Juta Sesuai Hasil Pemeriksaan Bersama

KabarNTB, Sumbawa Barat – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Permukiman dan Perumahan (DPUPRPP) Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah, menyatakan putusan Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa yang mengabulkan gugatan dari PT Bangun Alam Samawa senilai Rp 703 juta sudah sesuai dengan progress pekerjaan di lapangan.

Pernyataan Amar ini menanggapi putusan Majelis Hakim PN Sumbawa atas perkara gugatan PT Bangun Alam Samawa terkait proyek pembangunan jembatan Lang Sebunga di Kecamatan Brang Rea, KSB.

Dihubungi KabarNTB via sambungan telephon, Senin 3 Desember 2018, Amar menyatakan pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas proyek telah melaksanakan pemeriksaan bersama progress pengerjaan proyek dimaksud di lapangan.

Kepala Dinas PUPRPP KSB, Amar Nurmansyah

“Hasil pemeriksaan bersama itu tertuang dalam berita acara pemeriksaan bersama,” ucapnya.

Terkait putusan PN Sumbawa tertanggal 22 Nopember 2018 dengan nomor perkara : 25/pdt.g/2018/PN sbw, Amar menyatakan sejauh ini dirinya selaku kepala dinas belum menerima salinan putusan dimaksud.

“Kalaupun pihak PPK sudah menerima pasti akan dipelajari dulu bersama Jaksa selaku pengacara negara untuk memutuskan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Mengenai banding yang akan dilaksanakan oleh PT Bangun Alam Samawa selaku kontraktor, Amar menyatakan itu hak mereka selaku penggugat.

“Soal banding saya kira itu hak penggugat. Saya sendiri belum menerima salinan putusan itu,” katanya.

Seperti diberitakan, PT Bangun Alam Samawa selaku penggugat, telah mengajukan banding ke PT Mataram atas putusan PN Sumbawa yang mengabulkan gugatan atas Kepala Dinas PUPR dan PPK Dinas PUPRPP KSB senilai Rp 703 juta.

Kuasa Hukum penggugat menyatakan tidak puas atas putusan tersebut. Surahman, sangat menyayangkan putusan tersebut yang dinilai tidak dipertimbangkan dari segi imaterial.

“Kami merasa tidak puas dengan putusan PN Sumbawa sehingga kami melakukan upaya Banding ke Pengadilan Tinggi Mataram,” tegas Surahman MD, Kuass Hukum PT Bangun Alam Samawa dalam konfrensi Pers di Sumbawa, Ahad 2 Desember 2018.

Adapun tuntutan materil dalam gugatan itu sebesar Rp. 4 miliar lebih dan tuntutan imateriil sebesar Rp 20 miliar pada proyek pembangunan jembatan tahun 2016 yang baru mencapai 71,2 persen pengerjaannya.

Surahman menegaskan, ketika seseorang lakukan wanprestasi maka wajib didenda secara materil dan imateril sesuai KUHP.

Akta pernyataan permohonan banding yang diajukan oleh kuasa hukum pembanding tercatat dengan nomor : 11/pdt.g/2018/PN Sbw dengan Akta Banding nomor 11/Akta Ban/ 2018/ PN Sbw pada rabu 29 Nopember 2018.(EZ/JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.