Pipa Induk Rusak Akibat Alat Berat, PDAM Minta Pelaksana Proyek Bintang Bano Bertanggungjawab

KabarNTB, Sumbawa Barat – Pipa induk distribusi penghubung instalasi pengolahan air (IPA) dan intake milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumbawa Barat di Tiu Poso, Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, rusak akibat aktifitas alat berat dan kendaraan pengangkut galian C untuk proyek bendungan Bintang Bano.

Pipa induk
berbahan baja dengan diameter 16 inc itu mengalami kebocoran di dua titik dan
mengalami remuk ditiga batang sepanjang 18 meter. Direktur PDAM Sumbawa Barat,
Bambang ST, mengatakan kerusakan tersebut batu diketahui oleh petugas PDAM pada
Ahad 20 Januari 2019.  

Aktifitas penggalian material menggunakan alat berat dan truk di dekat lokasi pipa induk PDAM di Tiu Sopo desa Bangkat Monteh (Foto : Dok PDAM KSB)

Dari laporan
petugas lapangan PDAM, pipa yang sebelumnya ditanam di kedalaman dua meter,
saat ini sudah naik keatas dan mengapung didalam air. Sementara lokasi tersebut
merupakan lokasi pengambilan bahan galian C oleh kontraktor untuk proyek
pembangunan bendungan Bintang Bano.

“Kemungkinan kebocoran
dan kondisi pipa yang terangkat akibat tersangkut alat berat saat pengerukan
galian C. Sementara yang mengalami remuk karena dilindas alat berat maupun truk
pengangkut material yang melalui lokasi itu,” ungkap Bambang, kepada KabarNTB,
Senin 21 Januari 2019.

Sebenarnya,
sambung Bambang, petugas PDAM telah berulang kali meminta agar kontraktor proyek
Bintang Bano jangan mengambil material di sekitar lokasi pipa dimaksud. Tetapi permintaan
itu tidak diindahkan.

“Apalagi
petugas kami tidak bisa setiap hari melakuka pemantauan ke lokasi itu karena
jaraknya yang cukup jauh,” imbuh Bambang.

Kondisi pipa induk IPA PDAM yang mengambang dan ditahan dengan kayu seadanya

Pipa induk
tersebut merupakan pipa penyedot air ke IPA (instalasi pengolahan Air). Akibat
kebocoran yang terjadi, debit air yang masuk ke IPA tidak maksimal. Bambang
menyatakan, jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin pipa tersebut yang
saat ini mengambang didalam air akan patah dihantam air jika curah hujan tinggi.
Saat ini, imbas kebocoran dan kondisi pipa yang terangkat memang belum
kelihatan karena level air yang masih tinggi.

“Tapi dalam kondisi
cuaca sperti ini segala kemungkinan bisa terjadi. Karena itu pipa dimaksud
sebelumnya kami tanam dikedalaman dua meter dibawah dasar sungai. Kalau sampai
putus, maka pelayanan PDAM akan terhenti dan pelanggaran jadi korban. Ini yang kami
tidak inginkan,” urainya.

PDAM sendiri, telah melaporkan
perihal kerusakan tersebut kepada Dewan pengawas dan Bupati KSB serta Kepala
Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 (BWS NT1). PDAM meminta pelaksana proyek
bendungan Bintang Bano dan BWS NT1 bertanggungjawab untuk segera memperbaiki
kerusakan pipa tersebut, sebelum terjadi kerusakan lebih parah.

“Kami juga telah meminta
pengawas dan Bupati untuk memfasilitasi kami bertemu dengan pihak terkait agar
persoalan ini bisa segera ditangani,” tandas Bambang.

Informasi yang
didapat KabarNTB, tim dari Dinas PUPRPP KSB telah turun ke lokasi pada senin
siang untuk mengecek langsung kerusakan jaringan pipa dimaksud.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.