549.011 Jiwa Terdampak Kekeringan di NTB

KabarNTB, Mataram – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 549.011 jiwa terdampak kekeringan.
 
Jumlah itu tersebar di sembilan Kabupaten/Kota lingkup NTB, yaitu meliputi 68 Kecamatan, 298 Desa atau 137.959 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
 
Adapun daerah yang terdampak itu, yakni Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima dan Kota Bima.
 
“Jadi jumlah tersebut merupakan data sementara yang kita terima dari masing-masing Kabupaten/Kota. Dan kita perkirakan masih bisa bertambah,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Ahsanul Khalik di Mataram, Senin 1 Juli 2019.
 
Menyikapi persoalan ini, Pemerintah Provinsi melalui BPBD NTB kini melakukan penanaman pohon di berbagai lokasi.

Penanaman pohon dilaksanakan di Kota dan Kabupaten Bima, kemudian membangun waduk baru untuk penampungan air.

Ilustrasi kekeringan (net)

“Jangka panjang, kita tanam pohon diberbagai lokasi seperti di Kota dan Kabupaten Bima, kemudian membangun waduk-waduk baru untuk penampungan air,” kata pria yang akrab disapa Bang Aka ini.
 
“Selain itu juga bisa dipakai jadi air pertanian dan menahan air yang langsung turun dari bukit-bukit yang ada di Bima. Sehingga tidak terjadi banjir yang apabila terjadi curah hujan yang besar dan lama,” imbuhnya.
 
Tak hanya itu lanjut mantan Kepala Dinas Sosial NTB ini, di Kabupaten/Kota pihaknya juga membangun sumur bor di wilayah-wilayah yang menjadi langganan kekeringan.
 
Ia tak menampik jumlah sumur yang dibangun masih kurang. Karena sebaran wilayah kekeringan cukup luas, bahkan hampir merata di semua wilayah terkecuali Kota Mataram.
 
Sedangkan untuk jangka pendek, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan Kabupaten/Kota dalam memetakan wilayah dan menetapkan system pendistribusian air bersih.
 
“Kita perkuat koordinasi dan juga komunikasi dengan NGO, PDAM, TNI-POLRI, Dinas Sosial dan lainnya untuk menyiapkan peralatan dan personil mana kala nanti Kabupaten/Kota tidak mampu mengatasi sendiri, maka kita semua sudah siap,” ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Pjs Bupati Lombok Timur ini.
 
“Baru tadi ini saya ketemu Ketua PMI NTB, utk menanyakan kesiapan peralatan dan personil PMI, disana ada 20 mobil tangki yang setiap saat nanti akan kita pakai untuk pendistribusian air bersih bagi masyarakat terdampak,” tambah Bang Aka.
 
Dalam persoalan ini lebih lanjut dikatakannya, bahwa BPBD NTB dan pihak lainnya akan bekerjasama, termasuk Kabupaten/Kota. Sebab pada Juli-Agustus mendatang diprediksikannya adalah tugas berat.
 
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Karena menurut dia dari pihak BMKG sendiri telah merilis hari tanpa hujan (HTH) akan cukup panjang di beberpa wilayah di NTB.
 
Untuk di Pulau Sumbawa hamprir merata. HTH diprediksikan antara 30 hingga 60 hari, bahkan ada wilayah yang antara 30 – 70 hari. Sementara di Pulau Lombok antara 20 – 30 hari, kecuali Lombok Bagian Selatan HTH bisa mencapai antara 30 sampai dengan 60 hari.
 
“Kita berharap masyarakat dengan segenap perangkat Desa dan Dusun agar memperhatikan dengan baik masalah kekeringan ini beberapa bulan ke depan. Karena masalah kekeringan juga bisa menimbulkan berbagai masalah sosial kemasyarakatan,” demikian H Ahsanul Khalik.(VR)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.