Komisi II Desak Pemda Segera Antisipasi Dampak Kekeringan Pada Petani KSB

KabarNTB, Sumbawa Barat – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendesak Pemda setempat untuk segera menyusun rencana aksi mengantisipasi dampak kekeringan tahun ini, terutama bagi petani.

“Terutama membantu petani ya. Karena di beberapa wilayah kecamatan terutama di kecamatan Eeteluk dan Poto Tano, dampaknya sudah kelihatan,” tegas ketua Komisi II DPRD KSB, Aheruddin Sidik SE ME, Selasa 2 Juli 2019.

Ia mengatakan, kekeringan yang diakibatkan musim kemarau tahun ini sudah tidak dapat dihindarkan oleh petani. Karena itu satu-satunya tumpuan petani adalah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Kasihan petani kalau tidak dibantu karena mereka pasti sudah merugi karena ancaman gagal panen,” katanya.

Aheruddin Siddik SE ME, Ketua Komisi II DPRD KSB

Langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah, dikatakan Aher harus maksimal. Sebab musim kering tahun ini diprediksi lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya sehingga kemungkinan petani tidak akan lagi dapat melaksanakan kegiatan tanam hingga akhir tahun.

“(antisipasi dampak kekeringan) Harus kongkret dan menyeluruh,” tegasnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, untuk mengatasi dampak kekeringan ini pemerintah daerah harus mengerahkan semua SKPD terkait. Karenanya, Politisi Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu, menyarankan adanya koordinasi lintas sektor seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) baik teknis maupun yang tidak memiliki keterkaitan secara langsung.

“Urusan kekeringan ini bukan saja tugasnya dinas pertanian dan BPBD. Semua SKPD harus gotong royong. Jadi kami minta perintahkan seluruh dinasnya turun tangan membantu,” desaknya.

Kepada Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP) KSB, Aher menyampaikan pesan khusus. Ia menyarankan, dinas terkait lebih gencar lagi menggelar penyuluhan kepada petani, untuk memberikan pemahaman soal kondisi kekeringan tahun ini. Hal ini agar petani tidak serampangan dan memaksa diri melaksnakan kegiatan tanam padi.

“Sarankan kepada petani kita untuk merubah pola tanamnya. Terutama yang petani padi supaya sekarang jangan memaksa untuk tanam padi tapi bisa menanami lahannya dengan tanaman jagung atau kedelai di musim tanam kedua ini. Tapi tidak cukup diarahkan tapi juga harus terus didampingi,” tukas Aheruddin.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.