Berulang Kali Kena Razia, Seorang PSK Dikirim ke Panti Sosial

KabarNTB, Sumbawa — Menidaklanjuti laporan masyarakat yang kerap melihat beberapa pasangan tanpa surat nikah sering berduaan didalam sebuah rumah yang berlokasi di perkampungan depan terminal Sumer Payung, Desa Labuhan, Sat Pol PP Sumbawa langsung mengelar operasi penertiban penyakit masyarakat. Alhasil satu pasangan kumpul kebo berhasil diamankan.

Plt Kasat Pol PP Kabupaten Sumbawa H Sahabuddin, mengatakan, diamankannya (M) seorang janda dan (S) seorang perjaka, berdasarkan laporan masyarakat yang kerap melihat pasangan tersebut berdua didalam sebuah pondok, padahal mereka bukan pasangan yang sah.

“Anggota yang menerima laporan langsung meluncur ke TKP, dilokasi petugas berhasil mengamankan satu pasangan, sementara satu pasangan lagi berhasil meloloskan diri dan lari ke tengah perkampungan,” ungkapnya.

M dan S, pasangan PSK dan pelanggan yang terjaring razia Sat Pol PP

Dari hasil pemeriksaan, M dan S mengakui bahwa hubungan mereka antara penjual dan pembeli dalam artian tersangka M menjajahkan diri (PSK) sementara S pembeli atau pemakai.

Dari keterangan tersebut maka Dinas Pol PP melakukan langkah selanjutnya dengan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa untuk segera dilakukan pembinaan lantaran tersangka M sudah berkali-kali terjaring Razia dan berkali-kali dilakukan teguran dan pembinaan.

“Dari hasil pemeriksaan tersangka M terbukti melanggar Pasal Trantibum pasal 6 ayat 2 Huruf A Perda No 15 Tahun 2018 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, dan M selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial untuk selanjutnya dikirim ke panti Budi Rini Mataram untuk direhabilitasi dan pembinaan dengan dibekali keterampilan untuk keberlangsungan kehidupan selanjutnya,” beber H Sahabuddin.

Ia menegaskan Operasai Pekat tetap akan ditingkatkan untuk mencegah perbuatan tercela dan menciptakan ketertiban masyarakat.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.