Giliran Kades Belo Jereweh Ditangkap karena Dugaan Korupsi Dana Desa

KabarNTB, Sumbawa Barat – Penyidik Polres Sumbawa Barat membuktikan janji tentang adanya oknum kades yang akan ditahan dalam kasus dugaan korupsi.

Penyidik Polres setempat telah resmi menetapkan Kepala Desa Belo, Kecamatan Jereweh, MR, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana desa.

Baca juga : https://kabarntb.com/minggu-depan-satu-lagi-oknum-kades-korupsi-dana-desa-akan-ditahan-polres-ksb/

Tersangka MR yang menjabat sebagai Kades Belo periode 2013 – 2019, ditsngkap dan ditahan di Rutan Mapolres Sumbawa Barat sejak Sabtu 21 September 2019.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Mustofa dalam release kasus Tipikor di depan Gedung Sat Reskrim Mapolres setempat, Senin 23 September 2019, menjelaskan, dugaan korupsi yang dilakukan tersangka MR, telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 524.707.830.00.

Kapolres KSB bersama Kasat Reskrim dan Penyidik dalam ekspos kasus dugaan korupsi MR Kades Belo Jereweh (pakai baju tahanan)

Nilai kerugian itu berdasarkan hasil PKKN Audit Inspektorat Provinsi NTB, Nomor : 700/12X/ITSUS-INSP/2019 Tanggal 13 September 2019.

Baca juga : https://kabarntb.com/embat-dana-desa-hampir-1-miliyar-seorang-mantan-kades-di-ksb-terancam-20-tahun-bui/

“Tersangka melakukan korupsi dana desa tahun 2016,” ungkap Kapolres.

Kapolres mengungkap penyelidikan kasus tersebut sudah dimulai sejak Desember 2018. Pada 14 Mei 2019 statusnya dinaikkan ke penyidikan yang berujung pada penetapan MR sebagai tersangka.

Dugaan korupsi yang dilakukan MR terendus saat selaku Kades Belo Kecamatan Jereweh, mengganti bendahara desa sebanyak tiga kali. Bendahara mundur karena tidak mau ambil resiko karena merasa sistem pengelolaan keuangan desa tidak sesuai ketentuan. Akibatnya pengelolaan keuangan desa dipegang langsung oleh MR dan dana desa disimpan di rekening pribadinya sebagai Kades.

Ketika dilakukan audit, auditor mendapati lima temuan, yakni adanya proyek pengadaan barang fiktif dan kekurangan volume pekerjaan fisik.

“Hasil audit juga menemukan bahwa dana desa disimpan di rekening pribadi tersangka, disalahgunakan keuangan desa tersebut untuk kepentingan pribadi dan tunggakan pajak yang belum dibayarkan,” sebut Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim AKP Muhaemin dan penyidik lainnya.

Dalam kasus ini, Penyidik menyita barang bukti berupa berkas APBDes Desa Belo Tahun 2016, berkas pencairan dana (DD, ADD dan bagi hasil pajak tahun 2016), rekening koran atas nama Desa Belo, buku rekening bank BRI atas nama tersangka dan dokumen LPJ Kades Belo tahun 2016.

Tersangka MR dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 3, jo pasal 18 ayat (1) sub a, b, ayat (2) Undang – undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliyar.

“Penyidik akan bekerja maksimal untuk merampungkan berkas perkara dan dijadwalkan dalam minggu depan berkas perkara sudah dikirim ke jaksa. Kami juga akan terus menelusuri aliran dana berkaitan dengan kasus ini,” demikian Kapolres.

Kades Belo Jereweh merupakan Kades kedua yang ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh penyidik Polres KSB dalam dua bulan terakhir. Pada 16 Agustus lalu, Penyidik Polres KSB melimpahkan HT, mantan Kades Kemuning Kecamatan Sekongkang ke Kejaksaan karena terlibat dugaan korupsi dana desa hampir Rp 1 miliyar.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.