Bela dan Beli Produk Lokal, Sekarang Beras Premium Bisa Diproduksi Bumdes Kemuning dan FKUKM KSB

KabarNTB, Sumbawa Barat – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Kemuning Kecamatan Sekongkang bersama Forum Komunikasi Usaha Kecil Menengah (FKUKM) difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbawa Barat membuat gebrakan baru untuk meningkatkan nilai ekonomis sekaligus membuat produk lokal KSB menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

Pada Kamis 31 Oktober 2019 siang, Bumdes Kemuning dan FK UKM KSB, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Sumbawa yang diwakili unit KSB untuk pelaksanaan usaha pengemasan beras medium dan premium yang berasal dari produksi gabah petani lokal, di Aula kantor Bapedda setempat. Penandatanganan kerjasama ini merupakan implementasi dari Peraturan Bupati (Perbup) KSB Nomor 2 Tahun 2019, tentang aksi bela dan beli produk lokal.

Bulog, kata Mars Anugerainsyah, Sekretaris Bappeda KSB, dalam kerjasama itu akan bertugas menjadi penyuplai kebutuhan beras bagi FKUKM dan Bumdes Kemuning, berapapun kebutuhan kedua lembaga dimaksud. Bumdes Kemuning yang berada dibawah binaan SR PTAMNT akan mengelola beras kualitas medium. Bumdes ini sejak beberapa tahun sebelumnya sudah bergerak dibidang usaha beras kemasan dan sudah memiliki pasar tersendiri, namun terkendala dengan keterbatasan produksi gabah di Kecamatan Sekongkang.

Sementara FKUKM akan mengelola beras premium. Selama ini kebutuhan beras masyarakat KSB, khusus untuk kualitas medium dan premium ini sebagian besar didatangkan dari luar, seperti kabupaten Sumbawa. Padahal beras tersebut berasal dari gabah yang diproduksi petani KSB.

Wakil Bupati, Fud Syaifuddin besama Sekda dan Kepala Bappeda KSB berfoto bersama Kepala Bumdes Kemuning dan Kepala Bulog Perwakilan KSB usai penandatanganan perjanjian kerjasama

Pemerintah daerah sendiri, kata Mars bertugas melakukan pendampingan, termasuk dalam hal memastikan ketersediaan pasar dari produk beras yang dihasilkan Bumdes Kemuning dan FKUKM. Tahap awal Pemda akan membackup pemasaran dengan terbitnya surat edaran Bupati kepada para ASN untuk membeli produk beras ini dan produk lokal lainnya yang diproduksi Bumdes dan UKM. ASN KSB yang berjumlah lebih dari 3.000 orang, kata dia, menjadi pasar yang sangat potensial bagi produk Bumdes dan UKM lokal.

Untuk itu, Pemda mengarahkan setiap unit kerja membentuk koperasi karyawan. Nantinya kebutuhan sembako para aparatur bisa dipenuhi oleh Koperasi dan aparatur bisa membeli dengan sistem yang fleksible.

“Kalau di pasar atau toko modern mesti dibayar cash, di koperasi bisa dibayar bulanan saat terima gaji misalnya. Jadi tidak memberatkan. Bumdes Kemuning juga sudah komunikasi dengan PTPBU (penyedia jasa catering di PTAMNT) agar bisa masuk sebagai penyuplai. Sedangkan untuk masyarakat umum, kita akan minta pengelola toko retail modern untuk menjual produk lokal ini,” urai Mars.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin yang menyaksikan penandatanganan antara Bumdes Kemuning dan FKUKM dengan Bulog, menyambut baik kerjasama dimaksud. Menurutnya Aksi Bela dan Beli Produk lokal yang ditindaklanjuti Bappeda dengan memfasilitasi kerjasama Bumdes Kemuning dan FKUKM dengan Bulog adalah salah satu bentuk upaya proteksi oleh pemerintah daerah terhadap produk lokal yang diusahakan oleh para petani, sekaligus memberdayakan BUMDES dan UMKM yang selama ini terkendala marketing untuk menjual produk-produk yang dihasilkan.

Wabup juga mengapresiasi Bulog yang memiliki komitmen untuk terlibat dalam upaya tersebut.

“Bulog harus memperkuat fungsi dari keberadaanya. Bukan hanya membeli produk pertanian masyarakat, tetapi bagaimana bisa bekerjasama dengan masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomis dari produksi yang dihasilkan. Baik produk padi maupun jagung. Keberpihakan ini tidak akan pernah maksimal jika seluruh stakeholder tidak ambil bagian,” ujar Fud Syaifuddin.

Ia juga berjanji, bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan upaya – upaya produktif dengan melibatkan instansi terkait dalam upaya memproteksi produk-produk lokal yang dihasilkan Bumdes dan UKM, baik dari segi produksi maupun pemasaran.

“Saya minta Bappeda, DPMDES dan dinas terkait lainnya untuk terus melakukan pendampingan,” tandasnya.

Acara penandatanganan perjanjian kerjasama itu juga dihadiri Sekda Abdul Aziz, Kepala Bappeda Haerul Djibril dan Camat Sekongkang, Syarifuddin.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.