Danrem 162/WB Imbau Santri dan Mahasiswa Sampaikan Aspirasi dengan Beradab

KabarNTB, Lombok Barat – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan, Pondok Pesantren (Ponpes) telah banyak mencetak para pemimpin bangsa dari sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga sekarang.

“Pondok Pesantren telah banyak melahirkan pemimpin, mulai dari Pemimpin ditingkat daerah maupun dipusat baik dilembaga pemerintah maupun swasta dan lainnya,” sebut Danrem saat menyampaikam ceramah kebangsaan dalam kegiatan halaqah yang diselenggarakan Badan Ekskutif Mahasiswa Institut Agama Islam Qamarul Huda (BEM IAIQH ) Ponpes Qomarul Huda, Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, Senin 14 Oktober 2018.

Danrem meminta kepada seluruh mahasiswa dan santri yang hadir yang kelak akan menjadi pemimpin di berbagai tingkatan agar dalam menyuarakan aspirasi di depan umum menggunakan cara-cara terhormat dan beradab. Termasuk dalam melaksanakan aksi demonstrasi agar jangan sampai berujung pada tindakan anarkis.

Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Rhamdani saat menyampaikan ceramah kebangsaan di Institut Agama Islam Qamarul Huda, Lombok Tengah

“Sangat disayangkan kalau kejadiannya berakhir anarkis, apalagi sampai merusak fasilitas umum yang dapat merugikan semua pihak,” ungkapnya.

Selain itu, pria kelahiran Jakarta tersebut juga mengajak agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial sehingga tidak berdampak pada nama baik pribadi dan keluarga, nama baik Mahasiswa maupun kampus.

“Teruslah belajar dan belajar karena masa depan bangsa berada ditangan adik-adik semua. Kita rekatkan kembali kebersamaan dan rasa persaudaraan dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” pungkasnya.

Senada dengan Danrem 162/WB, Kabag Binmas Polda NTB, Kombes Pol Saparuddin, meminta agar seluruh masyarakat menggunakan media sosial secara baik dan bijak mengingat institusi Polri sudah membentuk Tim Cyber Crime untuk mengungkap propaganda, penyebaran berita-berita hoax dan hal-hal yang bersifat memecah belah persatuan bangsa.

“Kita ketahui bahwa negara kita berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang didalamnya telah diatur tentang hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara dimana TNI sebagai kekuatan utama dan masyarakat sebagai komponen cadangan dan Pendukung ,” terang Saparuddin.

Halaqoh kebangsaan mengangkat tema “Meneguhkan Komitmen Kebangsaan Menuju Indonesia Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur” diisi dengan pengajian dan doa bersama yang dipimpin pembina Ponpes Qomarul Huda TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badarudin (Tuan Guru Bagu). Acara halaqoh juga dihadiri perwakilan Mahasiswa dari masing-masing Universitas seperti Universitas Islam Qamarul Huda Badarudin (UNIQHBA), STMIK Praya Loteng, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Mataram, UIN Mataram, Unram, Universitas Hamzanwadi Pancor Lotim, IKIP Mataram dan para pelajar MA (Madrasah Aliyah) Ponpes Qamarul Huda Bagu.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.