PKS KSB, Antara Andi Azizi, Ustadz Nun atau Tetap di Petahana?

KabarNTB, Sumbawa Barat – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu primadona menjelang Pilkada Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2020. Sejumlah figure bakal calon yang berniat bertarung sejak jauh-jauh hari sudah mendekati, bahkan mengklaim dukungan dari Partai Politik pemilik tiga kursi DPRD KSB ini.

Kubu H Andi Azizi Amin, bakal calon bupati yang juga pengurus DPP PKS, menyatakan dukungan PKS pasti. Juru bicara Andi Azizi, Irawansyah, menyebut, untuk PKS sudah pasti akan mendukung, karena partai kader tersebut telah memastikan mendorong kader sendiri untuk Pilkada KSB. Apalagi sebelumnya, Andi Azisi menjadi salah satu calon yang ikut serta dalam Pemilu Internal PKS KSB.

“Proses di PKS dimulai dari bawah, lewat Pemilu internal (PUI) DPD PKS KSB, terus dibawa ke TPPW PKS NTB yang sekarang diketuai Gubernur, H Zulkieflimansyah dan seterusnya ke DPP PKS. H Andi Azizi Amin telah melalui semua proses itu,” beber Irawan kepada KabarNTB, 4 Oktober 2019.

Kebersamaan antara Ustadz HM Nur Yasin dan H Andisi Azizi Amin dengan H Zulkieflimansyah, Ketua TPPW PKS NTB

PKS, sambung Irawan, bahkan telah menyodorkan sejumlah nama yang dinilai potensial menjadi pendamping Andi Azizi sebagai bakal calon wakil bupati. Meski belum bersedia menyebut nama-nama tersebut, Ia mengungkap nama yang disodorkan lebih dari satu orang. Mereka berasal dari kalangan politisi, professional juga birokrat.

“Ada lebih dari satu figure. Sekarang kita sedang pantau elektabilitas dan akseptabilitsnya di tengah masyarakat KSB,” ucapnya.

Sementara Ustadz HM Nur Yasin (Ustadz Nun), kepada wartawan usai mendaftar di Sekretariat Penjaringan Bakal Calon Pilkada DPD Partai Nasdem, mengakui dirinya sudah bertemu dengan ketua TPPW PKS NTB, H Zulkieflimansyah yang juga gubernur NTB. Ia menyatakan peluangnya untuk didukung PKS terbuka.

“Peluangnya Insya Allah. Besar kemungkinan peluang,” ungkapnya.

Ustad Nur Yasin juga menyatakan sejauh ini PKS belum memutuskan siapa figure yang akan diusung.

“PKS sampai hari ini belum membuka. Baru saja mereka selesai berdiskusi dengan pimpinan provinsi. Dan Insya Allah dalam minggu-minggu ini mereka akan buka,” imbuhnya.

Namun yang tidak bisa dipandang sebelah mata, adalah kemungkinan dukungan PKS terhadap petahana, HW Musyafirin. Apalagi pada Pilkada 2015 lalu, PKS berada dalam koalisi pengusung yang berhasil menghantarkan pasangan F3 (Firin – Fud) sebagai pemenang. HW Musyafirin kepada KabarNTB di Masjid Agung Darussalam, pekan lalu, juga mengakui PKS merupakan salah satu parpol yang akan didekati.

Pertemuan antara HW Musyafirin dengan Ketua DPD sekaligus Ketua TPPD PKS KSB, Norvie Apriansyani dan Anggota DPRRI dari PKS, H Johan Rosihan (foto: istimewa)

Terbaru, HW Musyafirin, bahkan didatangi oleh ketua DPD PKS KSB yang juga Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) Norvie Apriansyani bersama Pembina dan Penanggungjawab Kaderisasi PKS KSB sekaligus Anggota DPRRI, H Johan Rosihan. Dua orang petinggi PKS itu berkunjung ke kediaman HW Musyafirin pada Ahad sore 13 Oktober 2019.

Dihubungi via sambungan telephon, Norvie mengakui salah satu yang dibahas dalam kunjungan itu adalah masalah Pilkada 2020.

“Salah satunya (membahas masalah pilkada). Kita memang mungkin berbeda dengan teman-teman partai lain, kita tidak ada acara buka pendaftaran. Jadi kita lebih ke silaturahim dan komunikasi personal,” ungkapnya.

Apakah itu berarti ada peluang PKS untuk merapat ke petahana seperti pada Pilkada 2015 lalu? Norvie menegaskan, semua figure yang masuk radar PKS memiliki peluang.

“Kita masih menunggu hasil survey yang dilaksanakan oleh TPPW (Tim Pemenangan Pemilu Wilayah) yang diketuai Gubernur NTB. Kita juga ingin melihat, sebenarnya masyarakat itu ingin pemimpin yang seperti apa. Apakah masih ingin tetap petahana atau ingin figure yang lain. Sehingga kita intens membangun komunikasi dengan semua calon,” bebernya.

Pada 7 Agustus 2019 lalu, DPD PKS KSB telah menggelar Pemilu Internal (PUI) yang diikuti oleh lima orang kader. Dari hasil PUI ini, DPD PKS mengirimkan tiga nama ke TPPW PKS NTB sebagai kandidat dari internal yang akan diusung di Pilkada. Namun Norvie menegaskan, belum tentu salah satu dari tiga nama hasil pemilu internal tersebut yang akan direkomendasikan oleh DPP PKS.

“Itu kan (hasil PUI) bukan final. Itu internal kita. Internal kader untuk memilih. Tapi nantinya belum tentu dari yang tiga ini. Tetap kita ingin melihat respon masyarakat dulu,” imbuh Norvie.

Finalisasi siapa figure yang akan diusung, sambung Norvie tetap akan diputuskan lewat SK yang diterbitkan DPP setelah melalui proses ditingkat DPD melalui TPPD yang merekomendasikan beberapa nama ke Ketua TPPW ditingkat DPW. Oleh TPPW figure yang direkomendasikan akan diminta melakukan presentasi, selanjutnya akan dibawa ke DPP sebelum diterbitkan rekomendasi resmi.

“Soal rekomendasi DPP, kita masih berproses, kalau dalam waktu dekat masih belum kita tentukan. Yang jelas rekomendasi itu nanti berpasangan, jadi kita sudah minta Bang Andi (Andi Azizi) untuk segera menentukan pasangan beliau, begitu juga Pak Ustadz Nun (HM Nur Yasin) untuk mempertegas siapa pasangan beliau. Termasuk ke Pak H Firin (HW Musyafirin) kita juga minta begitu. Biar bisa kita tawarkan ke publik,” sebutnya.

“Prinsipnya, PKS tidak ingin gaduh, karena persoalan masyarakat sudah banyak. Kasihan masyarakat kalau kita gaduh, cost politiknya terlalu tinggi nanti korban juga masyarakat. Kita ingin yang tenang, santai saja lah,” pungkasnya.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.