79,5 Miliyar Sisa Dana Gempa Sudah Diterima KSB, Pokmas Plus Dideadline 20 Hari

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin, memberi deadline sampai 20 hari kedepan bagi kelompok masyarakat (Pokmas) Plus untuk menuntaskan rehab rekon eumah korban gempa.

Administrasi berupa penyusunan laporan pertanggung jawaban juga diminta bupati selesai dalam waktu yang sama. Sebab, Pemerintah Pusat telah mentransfer kembali sebagian dana rehab rekon. Terlebih masa transisi atau rehab rekon korban gempa Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa mesti tuntas akhir bulan ini.

“Saya minta 15 atau 20 hari kedepan sisa rumah yang direhab rekon yang didominasi rusak ringan harus selesai, begitu juga dengan administrasinya,” kata Bupati, dalam rapat evaluasi progres penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa di Aula Graha Praja, Kamis siang 5 Desember 2019.

Baca juga : http://kabarntb.com/2019/12/anggota-komisi-xi-dprri-desak-menkeu-segera-realisasikan-sisa-83-miliyar-dana-gempa-untuk-ksb/

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB, L Azhar, mengatakan, Pemerintah Pusat telah mentransfer dana Rp. 79,5 miliar ke rekening BPBD KSB pada 2 Desember lalu dari total sisa dana untuk KSB senilai Rp 83 miliyar lebih. Menurut Azhar, masih ada sisa dana yang belum ditransfer ke KSB sebesar Rp. 4,238 milyar.

Di KSB sendiri, untuk rumah rusak berat yang sudah tuntas direhab sebanyak 1.045 unit, yang saat ini dalam proses finishing sebanyak 241 unit. Rumah rusak sedang yang telah selesai sebanyak 3.715 unit, 115 sisanya dalam proses penyelesaian. Sementara dari total rumah rusak  ringan sebanyak 11.218 unit, yang tuntas diperbaiki baru 2.000-an unit.

Rapat evaluasi rwhab rekon runah korban gempa di kabupaten Sumbawa Barat

“Sisa rumah yang belum diperbaiki akan dikebut dalam bulan Desember ini. Kami telah menyurati BRI Taliwang untuk segera mentransfer dana tersebut ke rekening Pokmas Plus. Sebab tertanggal 25 Desember 2019 uang di rekening BPBD harus Rp. 0 atau habis. Sementara batas akhir rehab rekon berakhir 31 Desember 2019,” jelas Azhar.

Bupati meminta Bank BRI untuk segera mentransfer dana yang sudah ada ke rekening korban dan Pokmas agar segera dieksekusi. Untuk itu anggota Pokmas Plus, yakni Agen PDPGR, Anggota Babinsa, Bhabinkamtibmas dan ASN Pendamping bersama Fasilitator diminta bekerjasama dengan maksimal.

Baca juga : http://kabarntb.com/2019/12/raker-bersama-menkeu-anggota-dprri-dari-ntb-soroti-dana-jadup-korban-gempa/

“Jangan sampai sisa rehab rekon molor ke tahun 2020. Sebab masih ada sisa dana Rp. 4,2 milyar di Pusat yang bisa ditagih bila rehab rekonnya selesai bulan ini. Dan alhamdulillah sampai saat ini progres rehab rekon di KSB masih yang tertinggi dibanding lima Kabupaten/Kota di Pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa,” beber Bupati.

Kapolres AKBP Mustofa, juga menekankan pentingnya menyelesaikan rumah yang tersisa dan laporan SPj anggaran yang digunakan. Kapolres berysukur dan bangga tidak ada penyelahgunaan dana gempa di KSB.

“Oleh karena itu ASN Pendamping harus memastikan uang masyarakat sampai dan laporan pertanggungjawabannya tersusun dengan baik,” ucapnya.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.