Distan Sumbawa Diminta Segera Petakan Wilayah Terdampak Kekeringan dan Serangan Ulat

KabarNTB, Sumbawa — Komisi II DPRD Sumbawa meminta Dinas Pertanian (Distan) setempat untuk melakukan pemetaan wilayah yang terancam gagal tanam padi akibat kekeringan serta wilayah tanaman jagung yang terserang hama ulat.

“Kami minta dinas pertania segera melakukan pendataan wilayah terdampak. Hal ini penting agar pemerintah bisa segera mengambil sikap dan solusi bagi petani,” ungkap Ketua Komisi II, Berlian Rayes, Rabu 29 Januari 2020.

Menurut Berlian, dari hasil turun lapangan di beberapa titik dan wilayah serta ditambah dari laporan yang masuk ke Komisi II, kekeringan dan serangan hama ulat terhadap jagung terjadi hampir di sebagian besar wilayah Sumbawa. Ditambah lagi dengan kurangnya intensitas hujan yang berakibat pada tumbuh kembang jagung, bahkan sudah ada sebagian jagung milik petani yang sudah mati akibat kekurangan pasokan air.

Kondisi lahan jagung di salah satu wilayah di Kabupaten Sumbawa yang terdampak kekeringan dan serangan ulat

“Data dari seluruh wilayah yang terdampak itu penting dilakukan oleh dinas terkait, yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi serta tindaklanjut dalam mengambil langkah-langkah dalam menyikapi segala keluhan petani. Jika tidak dibarengi dengan data, maka dalam membahas sebuah masalah akan sulit juga mengambil kesimpulan,” sebutnya.

Komisi II juga mengharapkan kepada dinas tekhnis untuk segera mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap wilayah yang dianggap rawan kekeringan. Misalnya dengan menyiapkan mesin penyedot air dilokasi persawahan yang dianggap rentan, jadi ketika terjadi kekurangan air, petani dengan segera mencari sumber air dengan dibantu mesin penyedot untuk mengairi sawahnya. Demikian juga dengan adanya serangan ulat, petugas lapangan bersama pemerintah setempat segera mengambil langkah dengan memberikan pestisida yang cocok untuk penaggulangan hama.

“Dalam kondisi seperti ini, Dinas pertanian juga harus memaksimalkan peran PPL di lapangan agar hasil yang diharapkan oleh petani maupun pemerintah bisa maksimal atau petani tidak merugi. Kasihan petani jika pemerintah lamban mengambil sikap, selain rugi di waktu dan tenaga, mereka juga dihadapkan dengan hutang Bank yang harus dikembalikan,” demikian Berlian Rayes.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.