Fakta tentang Siti Aminah, Korban Mutilasi di Dalam Kulkas dan Coolboks

KabarNTB, Sumbawa – Hingga sekarang misteri dibalik pembunuhan sadis terhadap Siti Aminah (44) yang potongan – potongan tubuhnya disimpan di dalam kulkas dan coolboks di rumah kontrakannya di Lingkungan Kebayan Kelurahan Brang Biji, masih belum terungkap. Penyidik Sat Reskrim Polres Sumbawa, masih bekerja keras untuk mengungkap pelaku pembunuhan keji tersebut.

Namun dibalik peristiwa tragis yang dialaminya, Siti Aminah dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah. Ia juga dikenal pandai bergaul dan akrab dengan tetangga – tetangganya di Lingkungan Kebayan. Berikut fakta – fakta tentang keseharian Siti Aminah sampai penemuan potongan tubuh di dalam kulkas dan coolboks yang berhasil dihimpun KabarNTB dari berbagai sumber di lapangan.

1. Sudah 5 Tahun Tinggal di Lingkungan Kebayan

Siti Aminah sudah sekitar 5 tahun tinggal di lingkungan Kebayan. Selama kurun waktu tersebut, Ia sudah dua kali pindah kontrakan. Rumah kontrakan tempat potongan mayatnya ditemukan sudah ditinggali Siti Aminah sekitar 2,5 tahun. Sehari – hari, Ia bekerja sebagai penjual gorengan di Jalan Kebayan. Lokasi lapak gorengan Siti Aminah berada di pinggir jalan raya, sekitar 75 meter dari SPBU Kebayan, setelah tikungan ke arah kuburan cina.

Selain berjualan gorengan, di rumah kontrakkannya di RT 04 RW 12 Lingkungan Kebayan, Siti Aminah juga membuka kios dengan memanfaatkan emper dan ruang tamu kontrakan. Ia menjual berbagai jenis makanan ringan dan kebutuhan sehari-hari warga setempat. “Selain jualan sendiri, ia juga bekerja menjadi tukang masak, membantu tetangganya yang membuka usaha catering,” ungkap Masyuji tetangga Siti Aminah.

Lapak tempat Siti Aminah berjualan gorengan di pinggir Jalan Raya Kebayan, Kelurahan Brang Biji

2. Dua Kali Menikah dan Memiliki Seorang Putri

Dari penuturan tetangganya di Lingkungan Kabayan, Siti Aminah telah dua kali menikah. Muslim (46) suaminya saat ini merupakan suami kedua. Muslim bekerja serabutan, lebih banyak bekerja di Kecamatan Alas yang berjarak sekitar 70 KM dari Kota Sumbawa Besar ke arah barat.

Menurut tetangga lainnya, kondisi rumah tangga Siti Aminah dengan Muslim terlihat baik-baik saja. Muslim yang lebih banyak berada di Alas karena bekerja, biasanya datang ke rumah kontrakannya di Kebayan setiap sekali atau dua kali seminggu. “Suaminya (Muslim), kalau datang selalu membantu istrinya (Siti Aminah) bekerja, mencuci atau membereskan rumah. Selama tinggal disini, saya juga tidak pernah mendengar mereka bertengkar,” ungkap Farida yang tinggal didepan rumah kontrakan Siti Aminah.

Di hari penemuan potongan – potongan tubuh Siti Aminah, Jum’at 3 Januari 2020, Muslim sedang berada di Alas. Ia pulang ke Sumbawa setelah ditelpon tetangganya yang mencium bau busuk dari rumah kontrakannya yang terkunci. Muslim pula, bersama beberapa tetangga yang membuka pintu rumah dan menemukan pertama kali potongan – potongan tubuh istrinya yang disimpan di dalam kulkas dan coolboks.

Tidak banyak informasi yang didapat mengenai suami pertama Siti Aminah. Namun menurut Abdul Kadir yang isterinya merupakan sahabat dekat Almarhumah, Siti Aminah memiliki seorang putri dari perkawinan pertamanya itu. Putri Siti Aminah, sekarang duduk di kelas III jenjang Tsanawiyah (SMP), di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Sumbawa.

Petugas indentifikasi dari Sat Reskrim Polres Sumbawa menunjuk coolboks tempat kepala dan potongan tubuh korban ditemukan

3. Tetangga Terakhir Bertemu Siti Aminah Tanggal 25 Desember 2019

Siti Aminah dikenal dekat dengan para tetangganya. Siti (39), tetangga yang lain, mengaku terakhir bertemu Siti Aminah pada hari Rabu, 25 Desember 2019. Hari itu, Siti Aminah datang berkunjung ke rumahnya sekitar pukul 13.00 wita. Waktu itu Siti Aminah sempat membeli makanan ringan dan dimakan bersama. “Namun hari itu kami tidak ngobrol lama, lalu dia pamit pulang. Sejak hari itu saya tidak pernah bertemu lagi,” ungkap Siti yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari rumah Siti Aminah.

Pertemuan di tanggal 25 Desember, juga diungkapkan Wahyuni (41), pemilik usaha catering tempat Siti Aminah bekerja. Ditemui Senin 6 Januari 2020, Wahyuni mengatakan tanggal 25 Desember 2019 itu, Siti Aminah sempat masuk kerja. Sebagai tukang masak, Siti Aminah bekerja mulai pukul 09.00 pagi sampai pukul 11.00 siang. “Saat itu, dia sempat bilang ke saya bahwa dia ingin libur merayakan tahun baru di kampungnya di Alas,” ungkap Wahyuni yang ditemui di kediamannya.

Namun setelah tanggal 25 itu, Siti Aminah tidak pernah masuk kerja lagi seperti biasa. Wahyuni mengaku sempat bertanya kepada teman kerja yang juga tetangga korban tentang keberadaan dan kenapa korban tidak masuk kerja. “Tanggal 26 (Desember 2019), saya beserta teman kerja yang lain sempat mendatangi rumahnya. Karena pintu rumahnya terkunci akhirnya kami pulang, karena kami mengira kalau dia (Siti Aminah) sedang pulang kampung,” tambah Yuni.

Tetangga dan rekan kerja Siti Aminah tidak pernah menyangka bahwa pertemuan tanggal 25 Desember itu merupakan pertemuan terakhir dengan Siti Aminah.

Rumah kontrakan Siti Aminah di RT 04 RW 12 Lingkungan Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Kota Sumbawa

4. Potongan Tubuh Ditemukan

Jum’at pagi, 3 Januari 2020, Sumiati (32) tetangga yang tinggal persis di belakang TKP, mencium bau busuk yang bersumber dari rumah kontrakan Siti Aminah. Karena tidak tahan, ia melapor ke ketua RT setempat. Salah seorang tetangga kemudian menelpon Muslim, suami Siti Aminah yang saat itu sedang berada di Alas.

Usai sholat Jum’at sekitar Pukul 13.30 Wita, Muslim tiba di TKP. Bersama tetangga ia kemudian membongkar kunci gembok pintu depan rumah dan mendobrak masuk. Begitu pintu terbuka, bau busuk semakin menyeruak. Bau tersebut bersumber dari coolboks yang diletakkan diatas closet jongkok didalam kamar mandi. Ketika dibuka, betapa kagetnya mereka, karena ternyata coolboks tersebut berisi bagian kepala dan tubuh manusia yang dibungkus sedemikian rupa dengan plastik dan lakban.

Bukan hanya itu, bagian kaki dan tangan ditemukan di dalam kulkas. Dua kaki yang terpotong sebatas paha, di dalam kulkas warna biru dan dua tangan ditempatkan di dalam kulkas warna putih. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polisi yang beberapa saat kemudian tiba di TKP bersama Tim Indentifikasi dan perawat. Dari ciri – cirinya, dipastikan bahwa potongan – potongan tubuh tersebut adalah Siti Aminah Kabar mengenai penemuan potongan tubuh perempuan yang dimutilasi dan disembunyikan di dalam kulkas dan coolboks dengan cepat menyebar. Masyarakat langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi. Usai olah TKP, potongan – potongan tubuh tersebut langsung dievakuasi ke RSUD Sumbawa untuk diotopsi.

Suasana pemakaman Almarhumah Siti Aminah di Kampung halamannya di Desa Kalimango, Kecamatan Alas

5. Polisi Sudah Periksa 19 Saksi

Sampai dengan Senin, 6 Januari 2020, Penyidik Sat Reskrim Polres Sumbawa, telah memeriksa 19 orang saksi dalam upaya mengungkap kasus menggemparkan tersebut. Saksi itu antara lain tetangga, keluarga, serta suami dan mantan suami korban. Dalam olah TKP lanjutan yang dilaksanakan Ahad siang, 5 Januari 2020, penyidik mengamankan senjata tajam, kulkas dan coolboks yang menjadi wadah penyimpan potongan – potongan tubuh korban.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Faizal Afrihadi, kepada wartawan disela-sela olah TKP, mengatakan, Penyidik Polres Sumbawa, juga melibatkan Unit Jatanras Polda NTB dalam penyelidikan untuk membantu menganalisa, evaluasi dan asistensi langkah-langkah yang dilakukan penyidik dalam mengungkap kasus ini.

6. Jenazah Siti Aminah Dimakamkan di Kampung Halamannya

Usai proses otopsi di RSUD Sumbawa, penyidik Polres Sumbawa menyerahkan jasad Siti Aminah ke pihak keluarga. Jenazah tersebut langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Desa Kalimango, Kecamatan Alas pada Sabtu malam 4 Januari 2020. Sebelum dimakamkan, jenazah dibawa ke Masjid Jami’ Al Ikhsan Alas untuk disholatkan. Isak tangis keluarga dan kerabat, serta masyarakat mengiringi Siti Aminah ke peristirahatan terakhirnya di TPU Krato, Desa Kalimango.(EZ/SL/JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.