Empat Tahun Putus, DPRD Sepakat Jembatan Ai Ngelar – Sampa Masuk APBD 2021

KabarNTB, Sumbawa — DPRD Sumbawa sepakat menganggarkan pembangunan jembatan penghubung Dusun Ai Ngelar – Dusun Sampa Desa Karekeh, Kecamatan Unter Iwes di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 mendatang.

Kesepakatan itu dicapai dalam hearing kedua antara DPRD dengan warga dua dusun setempat, Selasa 17 Maret 2020. Wakil Ketua DPRD yang juga koordinator Komisi III, Syamsul Fikri, mengatakan, jembatan yang putus tersebut dibangun pada jaman pemerintahan periode kedua Bupati Jamaluddin Malik. Jembatan itu putus diterjang banjir hingga saat ini sudah empat tahun belum ada perbaikan. “Akibatnya sangat jelas mempengaruhi ekonomi serta aktifitas masyarakat di kala banjir datang setiap tahunnya,” jelas Fikri.

Kondisi jembatan limpas menuju Dusun Ai Ngelar dan Dusun Sampa Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes Sumbawa yang sudah tidak tahun putus diterjang banjir

Syamsuddin, tokoh masyarakat Dusun Ai Ngelar – Dusun Sampa, menjelaskan, selain mengadukan kondisi jembatan, masyarakat juga mengharapkan adanya perbaikan infrastruktur jalan. “Dari dusun Sampa ke Dusun Ai Ngelar harus ada perbaikan jalan sekitar dua kilometer. Jembatan yang sudah empat tahun rusak ini harus menjadi perhatian pemerintah dan tidak ada kata luput dari dinas tekhnis,” tegasnya.

Dengan putusnya jembatan itu, sambung Syamsuddin, menyebabkan membengkaknya biaya produksi, naiknya harga pupuk dan pembeli yang ingin membeli hasil bumi warga sangat kesulitan “Urusan kemanusiaan, seperti orang sakit harus menyeberangi sungai yang terkadang terhalang banjir untuk dibawa ke Puskesmas Unter Iwes,” imbuhnya.

Sementara Rusmin, pemuda setempat, mengungkap air bersih, fasilitas kesehatan, pendidikan dan sarana ibadah di dua dusun dimaksud juga butuh perhatian. “Bahkan salah satu Masjid di Ai Ngelar, sekarang akan direhab namun dikhawatirkan bangunannya roboh dan ini perlu menjadi perhatian bersama,” tandasnya.

Camat Unter Iwes, Evi Supiati, mengaku, pemerintah kecamatan dalam beberapa tahun tetap memprioritaskan jembatan tersebut. Namun sejauh ini belum bisa ditindaklanjuti perbaikannya. “Yang diusulkan bukan lagi jembatan limpas tapi konvensional. Kami harapkan ada prioritas. Ini sudah lama disampaikan dan ini adalah puncak dan diharapkan dapat diakomodir. Kalau sudah prioritas sudah menyangkut masalah nyawa dan kemiskinan,” tegasnya.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.