Gugus Tugas Lobar Keliling dengan Pengeras Suara Himbau Masyarakat Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

KabarNTB, Lombok Barat – Satgas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Lombok Barat gencar melakukan kegiatan himbauan ke masyarakat. Langkah tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah mengkhawatirkan di Lombok Barat.

Kabag Ops Polres Lobar Kompol Suteja, didampingi oleh Kasat Binmas Akp Raden Bagus Ismail, Kasat Sabhara Iptu Bambang Indra Sos, beserta TGH Sasaki selaku anggota Satgas Pencegahan Covid 19 Lobar sekaligus sebagai ketua FKUB (Forum Kerunkunan Umat Beragama) turun langsung memberi himbauan ke masyarakat.

TGH M Subki Sasaki menghimbau masyarakat Lombok Barat agar mematuhi apa yang telah menjadi kesepakatan bersama dalam upaya pencegahan Covid-19.

Tim Gugus Tugas Lombok Barat yang terdiri dari para Ulama, FKUB, Aparat Keamanan turun langsung memberi himbauan pencegahan Covid-19 ke masyarakat

“Keputusan bersama Bupati, Ketua DPRD Lobar, Dandim 1606 WB, Kapolres Lobar, Ketua MUI, FKUB, KNPI dan Kantor Kementrian Agama Lobar tentang pembatasan kegiatan sosial di Kabupaten Lombok Barat, diantaranya mengurangi aktifitas ibadah di masjid, mushola, langar yang melibatkan orang banyak untuk sementara waktu selama pandemi Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau mengganti ibadah sholat Jum’at dengan sholat dzuhur di rumah masing-masing sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Barat, meniadakan sholat tarawih dan sholat Idhul Fitri atau mengerjakannya di rumah masing-masing. “Meniadakan kegiatan Ibadah atau sejenis kegiatan lainnya yang dapat menarik atau menimbulkan kerumunan masa, seperti nyongkolan, resepsi pernikahan Event Olahraga, Lomba, atau kegiatan lainnya,” imbuhnya.

TGH M Subki Sasaki juga menegaskan bahwa apabila tindakan persuasif tidak indahkan, maka aparat Kepolisian yang di backup oleh TNI dapat melakukan tindakan hukum. “Setiap orang yang tidak mematuhi dan atau menghalang-halangi serta memprovokasi orang lain untuk tidak mematuhi ketentuan keputusan bersama ini dapat dikenakan sanksi hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya mengingatkan.

Ketua FKUB menjelaskan, sholat dalam Islam itu penting bahkan hukumnya wajib. Namun bagaimanapun juga, menjaga diri, menjaga jiwa jangan sampai ada korban juga penting.

Himbauan disampaikan dengan menggunakan pengeras suara, di sepanjang Jalur Kecamatan Kuripan menuju Kecamatan Kediri, berlanjut ke Kecamatan Gerung dan Berakhir di Kecamatan Lembar.

Himbauan serupa juga diserukan Pondok Pesantren Nurul Hidayah di Kuripan dan Yayasan Pondok Pesantren Al-Madani Pelulan, Islahudin Nurul Hakim. Masyarakat Lombok Barat diminta ikut berpartisipasi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.